Jalan Rusak Parah! Sambil Jalan Kaki, Warga Tator Tandu Pasien Menuju Polewali Mandar – FAJAR –
Daerah

Jalan Rusak Parah! Sambil Jalan Kaki, Warga Tator Tandu Pasien Menuju Polewali Mandar

FAJAR.CO.ID, TATOR – Infrastruktur khususnya jalan di Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan masih jauh dari kata layak. Bahkan, ada beberapa ruas jalan yang menghubungkan antara beberapa kecamatan masih belum tersentuh oleh pemerintah.

Dua kecamatan, Simbuang dan Mappak menjadi contoh tidak adanya pembangunan yang merata. Baik pembangunan jalan maupun fasilitas umum. Jika turun hujan, jalanan yang belum tersentuh aspal itu lebih mirip persawahan. Becek dan berlumpur.

Alhasil, pelayanan terhadap masyarakat pun terganggu, khususnya pelayanan terhadap orang sakit. Warga harus menempuh jalan hingga beberapa kilometer untuk sampai ke Polewali Mandar untuk mendapatkan perawatan medis.

“Ada seorang pasien yang berasal dari Mappak harus ditandu sejauh beberapa kilometer untuk sampai ke daerah Polewali Mandar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” kata Ketua DPP Aliansi Pemuda Toraja Indonesia (APTI) Indra Gunawan Pabutungan melalui rilis yang diterima redaksi fajar.co.id.

Sebagai putra daerah Tana Toraja, ia sangat menyayangkan kondisi daerahnya itu. Ia berharap, Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae dapat memberikan perhatian terhadap warga di dua kecamatan ini yang sudah lama merindukan sentuhan pembangunan, khususnya pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum lainnya.

“Kami berharap agar Pak Bupati segera bertindak untuk memperbaiki jalan yang sudah sangat lama terbengkalai,” pintanya.

Senada dengan Indra, Ketua DPW APTI Sulsel, Pasa Maraya yang juga merupakan putra daerah Simbuang membeberkan, memang sejak dulu pelayanan kesehatan di daerah tersebut masih belum mendapatkan perhatian dari pemerintah. Fasilitas kesehatan di Puskesmas Simbuang tidak memadai untuk memberikan pelayanan medis kepada masyarakat.

“Sejak dulu kalau ada orang sakit dan memerlukan bantuan medis terpaksa kami harus tandu sampai ke daerah Polewali,” bebernya.

Olehnya itu, Ia beranggapan jika hal tersebut tidak ditanggapi positif oleh pemerintah, maka tidak menutup kemungkinan DPP APTI beserta DPW APTI dari kota lain seperti Jogja, Bandung, Surabaya, Tarakan, Salatiga serta daerah-daerah lain akan menggelar kajian dan aksi solidaritas di seluruh Indonesia. (Fajar)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!