Lama Menganggur, Rambo Terpaksa Jualan Tuak – FAJAR –
Kriminal

Lama Menganggur, Rambo Terpaksa Jualan Tuak

ilustrasi

FAJAR.CO.ID, BANJARBARU – Jalan pintas dipilih Rambo Manalu untuk mencari rezeki. Usai kontrak kerjanya habis di salah satu perusahaan pertambangan batubara, dia memilih berjualan minuman keras jenis tuak. Lantaran, kesulitan mencari pekerjaan.

Senin (8/1) malam, dia akhirnya diringkus oleh anggota Satpol PP Banjarbaru bersama 36 liter tuak yang dijualnya. Di warung milik pamannya di Jalan Karang Anyar, Loktabat Utara itu pria berusia 21 tahun ini tak bisa berbuat apa-apa ketika digelandang ke Kantor Satpol PP.

Anggota PPNS Satpol PP Banjarbaru Yanto Hidayat mengatakan, sebelum melakukan penangkapan pihaknya sudah melakukan pengintaian selama dua bulan. “Kami yakin di warung itu ada barang buktinya, karena sebelumnya ada anggota yang berpura-pura membeli,” katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dia menambahkan, pengintaian dilakukan berawal dari adanya laporan warga. Bahwa, warung itu digunakan untuk berjualan tuak. “Warga resah dengan baunya yang menyengat, selain itu khawatir karena anak-anak juga ada yang ikut membeli tuak di sana,” tambahnya.

Usai diamankan, pelaku kemudian diperiksa. Selanjutnya, akan dibawa ke Pengadilan Negeri (PN) Banjarbaru untuk disidangkan. “Sesuai dengan peraturan, dia akan ditipiringkan,” ujar Yanto.

Sementara itu, Rambo mengaku baru berjualan tuak selama enam bulan. Setelah berhenti bekerja di perusahaan tambang batubara, karena kontraknya tak diperpanjang. “Sulit cari kerja, jadi saya jualan tuak saja,” katanya.

Dia mengaku, mendapatkan tuak dari daerah Pelaihari, Tanah Laut. Di sana dia membeli dengan harga Rp5 ribu per liter, kemudian dijualnya kembali seharga Rp10 ribu. “Lumayan, setiap malam bisa menjual 20 liter. Jadi, perbulannya bisa mendapatkan untung Rp3 juta,” pungkasnya. (ris/al/bin)

Click to comment

Most Popular

To Top