“Mahar” Berkedok Dana Saksi, Sebobrok Itukah Prabowo?

Sabtu, 13 Januari 2018 09:33

Elite Partai Gerindra semakin tidak kompak mengklarifikasi dugaan jual beli rekomendasi yang terjadi pada Pilkada Jawa Timur. Ada yang beretorika akal-akalan demi menutupi bobroknya politik uang.

==========================Oleh: Faizal Assegaf, Ketua Progres 98==========================

MENCUATNYA dugaan pemerasan dalam proses rekomendasi di Jatim bukan kasus tunggal. Tapi skandal politik kotor tersebut jika ditelusuri lebih serius, hampir terjadi di sejumlah daerah lainnya. Namun, pihak yang dikorbankan sejauh ini tidak berdaya untuk bersuara jujur ke ruang publik.Tetapi kini, La Nyalla Mattalitti (LNM) tampil mewakili keresahan dan menjadi simbol perlawanan yang berpotensi menyatukan semua elemen dalam membongkar kejahatan politik uang. Kasus dugaan transaksional rekomendasi Gerindra di Jatim memberi pintu masuk bagi proses penyelidikan lembaga penegak hukum.Apalagi Gerindra telah membenarkan informsi bahwa uang senilai Rp 40 miliar memang diminta kepada LNM untuk kebutuhan operasional, dana saksi.Pada waktu yang sama, Sandiaga Uno yang diusung Gerindra dan PKS di Pilgub DKI mengakui pihaknya mengeluarkan uang dalam jumlah sangat besar Rp 100 miliar. Kenapa baru sekarang hal itu diungkap?

Bagikan berita ini:
8
1
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar