Pengantar 1 Kg Sabu Langsung Menangis, Divonis Hakim 15 Tahun Penjara – FAJAR –
Nasional

Pengantar 1 Kg Sabu Langsung Menangis, Divonis Hakim 15 Tahun Penjara

Piyan dan Narto (kanan) mendengarkan putusan hakim di PN Samarinda yang menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara karena keduanya kepergok membawa sabu seberat 1 kilogram lebih.

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA– Usai majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda dipimpin Hendri Dunant membacakan putusan dan diminta tanggapannya, Sunarto alias Narto (55) langsung menangis.

Mimik wajah Narto yang mengenakan baju tahanan berwarna oranye menunjukkan dia tak puas dengan vonis majelis hakim. Narto memprotes keputusan majelis hakim. Narto juga meminta kuasa hukum yang ditunjuk negara atau dikenal istilah kuasa hukum prodeo yang duduk di sebelah kanannya, “membantunya”.

“Saya tak tahu masalahnya. Semua yang mengatur dan koordinasi dia, kenapa hukuman saya sama. Tinggi betul,” ujar Narto, menunjuk pemuda yang duduk di samping kirinya bernama Sopiansyah alias Piyan (25), yang juga mengenakan rompi tahanan berwarna oranye.

Narto dan Piyan kemudian diborgol  anggota Detasemen B Pelopor Brimob Polda Kaltim serta petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda, lalu dibawa keluar menuju ruang sidang.
Namun baru sampai pintu, Narto yang tak terima divonis penjara 15 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan langsung marah-marah.
Dia meluapkan kekesalan kepada Piyan. “Semua kamu yang mengatur. Kenapa saya harus ikut-ikutan seperti ini,” ujar Narto terlihat emosi, namun cepat ditenangkan petugas kejaksaan maupun polisi yang melakukan pengawalan.
Keduanya memang dihukum berat karena terbukti melanggar pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sebenarnya Narto dan Piyan yang merupakan warga Desa Loa Ipuh, bernasib mujur. Soalnya mendapat “potongan diskon” hukuman. Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim? menuntut hukuman penjara 17 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara.
“Kami masih pikir-pikir atas putusan ini yang mulia (hakim, Red),” ujar kuasa hukum Piyan dan Narto saat diminta tanggapan.
Narto dan Piyan yang merupakan warga Desa Loa Ipuh, Kutai Kartanegara (Kukar), ditangkap anggota Ditreskoba Polda Kaltim, Selasa (8/8) 2017, sekitar pukul 17.00 Wita.
Keduanya ditangkap di sekitaran Jalan Pangeran Suryanata, di sekitar kantor Kelurahan Bukit Pinang. Saat ditangkap Piyan dan Narto berboncengan mengendarai motor matic. Keduanya membawa kardus warna cokelat. Saat digeledah dalam kardus ditemukan bungkusan plastik bening berisi sabu seberat 1 kilogram lebih. Sabu diletakkan diantara minuman kemasan dalam kardus.
“Di persidangan terdakwa mengaku mendapat upah Rp 15 juta,” tandas JPU Hendra. (rin)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!