Debat Kasus E-KTP, Fahri Hamzah Ajak Mahfud MD Ikut Sayembara Motor dan Helm

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah masih terus melayangkan kritikan kepada Prof. Mahfud MD soal kasus korupsi E-KTP yang menyeret mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka atas dakwaan Irman, Sugiharto dan Andi Narogon yang menudun Setya Novanto menerima uang korupsi E-KTP sebesar Rp 500 Milyar.

Namun, kini KPK menuduh mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menerima uang Rp 70 miliar dan jam tangan. Artinya nilai korupsi yang dilakukan oleh Setya Novanto turun sebesar Rp 430 miliar.

Dalam perjalanan kasus ini, berbagai pendapat berseliwerang dan membenarkan langkah KPK. Tak terkecuali Prof Mahfud MD. Pendapat Mahfud MD ini langsung mendapat kritikan tajam dari Fahri Hamzah.

Menurut politisi PKS itu, apa yang disampaikan oleh Mahfud MD tidak mengakomodir semua pihak, terkhusus mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi yang menjadi penanggung jawab utama pengadaan E-KTP saat itu.

“Pak Mahfud mendingan bapak wawancara pak Gamawan Fauzi sebelum bapak tulis soal EKTP supaya jangan tambah jauh kelirunya. Saya lebih percaya pak Gamawan daripada ketua KPK Agus Raharjo. Nanti waktu akan membuktikan pak. Pakailah hati bapak membaca realitas,” tulis Fahri di akun media sosialnya, @Fahri Hamzah, Senin (15/1).

Lanjut Fahri, tulisan Mahfud MD di media itu sepenuhnya versi KPK. Namun begitu, Fahri menantang Mahfud MD untuk menyela pertanyaan dan jawaban yang tersembunyi dari ruang publik.

“Nampaknya semua tulisan bapak adalah versi KPK saja. Gapapa, tapi berani gak bapak sedikit menyela dengan pertanyaan dan jawaban yang disembunyikan dan tak pernah nampak di ruang publik,” ucap Fahri.

Fahri juga menitipkan pertanyaan kepada ahli hukum ini untuk menanyakan KPK soal peran Agus Rahardjo saat menjabat Ketua LKPP yang berperan besar dalam proyek E-KTP ini.

“Kalau Pak Mahfud ketemu KPK tanya 1 aja, kenapa peran LKPP yg dipimpin Agus Raharjo selama tender hilang dalam semua dakwaan?. Bukankah Agus Raharjo sangat aktif dalam Kasus EKTP? Kenapa lobby Agus untuk satu konsorsium tidak diungkap? Ah tipu semua,” tambah Fahri.

Untuk itu, politisi yang dijuluki sebagai ‘Singa Parlemen’ ini mengundang Mahfud MD untuk mengikuti sayembara yang dibuatnya, untuk mendapat hadiah sepeda, motor dan helm jika tuduhan KPK negara mengalami kerugian sebesar Rp 2,3 triliun terbukti.

“Ayo bapak ikut sayembara…sepeda, motor dan helm menunggu bapak…😃😃😃,” ajak Fahri.

Diketahui, kasus yang diklaim merugikan negara sebesar Rp 1,3 trilun ini baru menjerat Setya Novanto dari pihak DPR. Dimana, KPK mengklaim, sebaguan besar pelaku korupsi adalah Anggota Komisi II DPR RI. (Aiy/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : RBA

Comment

Loading...