Rakorwil PPP Pertegas Agus-TBL hanya Diberi Karcis Bertarung di Pilgub

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR—Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulsel memastikan Agus Arifin Nu’mang dan Tanribali Lamo (Agus-TBL) memang hanya mendapat karcis alias tiket lolos ke pilgub Sulsel 2018. PPP Sulsel berdasarkan Rakorwil memutuskan tetap solid mendukung pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) di Pilgub Sulsel.

Ketua DPW PPP Sulsel, HM Aras menegaskan, dukungan 24 DPC PPP se Sulsel sudah bulat ke IYL-Cakka, dan tak perlu lagi ditawar. Ia juga mengklaim bahwa DPP sangat memahami dan memberi restu untuk bersama Punggawa Macakka.

“Hasil pertemuan dengan 24 DPC se Sulsel, kita sepakat mendukung IYL-Cakka. Itu menjadi komitmen teman-teman. Jadi tak perlu lagi ada perintah, karena ini memang usulan dari bawah,” tegas HM Aras saat memberikan keterangan pers di sela-sela Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PPP Sulsel, di Hotel Clarion Jl AP Pettarani Makassar, Minggu (14/1/2018) malam.

Selain 24 DPC se Sulawesi Selatan, Rakorwil itu juga dihadiri oleh Wakil Ketua Umum DPP PPP, HM Amir Uskara bersama ratusan kader PPP Sulsel. Saat memberi keterangan pers, Aras didampingi Ketua Panitia Rakorwil, Amran Aminullah.

Terkait keputusan 24 DPC dan DPW PPP Sulsel, Aras mengungkapkan DPP PPP memahaminya. Alasannya, memang sudah menjadi keputusan dari awal untuk mendukung IYL-Cakka, “Ini sudah dikonsultasikan ke DPP, dan hal itu dimaklumi. Dan Kami di Sulsel tetap istiqomah memenangkan IYL-Cakka,” tegas Aras.

Lalu bagaimana dengan kader yang ‘mbalelo’ dan tidak mendukung IYL-Cakka? Aras mengaku tetap mengacu pada aturan dan kesepakatan internal. “Teman-teman yang mendukung selain IYL-Cakka tentunya ada mekanisme internal yang akan dijalankan DPW dan nanti itu kita akan lihat. Intinya dukungan ke IYL-Cakka adalah aspirasi teman-teman DPC,” tegasnya.

Sebelumnya, PPP berhasil meloloskan Agus-TBL untuk mendaftar sebagai bakal pasangan calon untuk pilgub Sulsel setelah memberikan rekomendasi di detik akhir. Namun, menurut Amir Uskara dalam wawancara dengan FAJAR, rekomendasi B1-KWK untuk Agus-TBL layaknya tiket atau karcis saja. Jika tiket sudah terpakai, maka idealnya sudah tidak laku lagi dan langsung dirobek.

“Setelah tiket didapatkan, selesai sudah. Intinya begini, yang harus dipahami, tiket yang dipakai Agus, bahasanya di Jakarta (DPP PPP, red) mubazir kalau tidak terpakai, sementara ada orang, memang cuma butuh tiket. Sementara ada tiket yang mubazir, itulah yang dipakai,” tegasnya. (mah/upeks/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...