Saudara Korban Kesurupan, Sebut Mahasiswi Unibos Diperkosa lalu Dibunuh

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Bagi keluarga, ada yang ganjal dalam kematian Dewi Sri Wulandari, mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bosowa (Unibos). Sesuai laporan, korban dikabarkan terjatuh saat dibonceng.

Keluarga korban sulit menerima laporan tersebut. Pihaknya lantas memasukkan laporan ke Polres Wajo, Sulsel.

Pihak keluarga melaporkan kematian Dewi, dikarenakan mereka menduga jika korban meninggal karena diperkosa lalu dibunuh di kawasan Jembatan Gilireng-Alausalo. Dugaan ini seiring dengan adanya keluarga korban yang mengalami kesurupan yang menyebutkan hal itu.

Wakapolres Wajo, Kompol Muh Marsuki, yang ditemui Parepos.fajar.co.id, membenarkan adanya laporan keluarga korban di Polres Wajo. Kata dia, dalam penanganan pertama telah dilakukan berdasarkan informasi terjadinya laka di Gilireng.

“Sehingga didalam pelaksanaan penyelidikan telah ditemukan bukti permulaan untuk ditingkatkan ke proses penyidikan. Dan orang yang membonceng itu telah ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya, Senin (15/1/2018).

Marsuki menjelaskan, sementara prosesnya berjalan ada informasi dari pihak keluarga, berdasarkan petunjuk yang diperoleh melalui saudara korban yang kesurupan, bahwa korban bukan meninggal karena kecelakaan, tetapi diperkosa, lalu dibunuh.

“Dengan petunjuk itu maka keluarga korban datang ke SPK Polres Wajo untuk melapor tentang dugaan terjadinya pembunuhan atas korban. Tetapi pelaku pembunuh yang dimaksud tidak ditunjuk oleh yang kesurupan tadi,” ujarnya.

Ditambahkannya, berdasarkan laporan dari keluarga korban pertanggal 12 Januari 2018, Tim Reserse Polres Wajo melakukan penyelidikan tentang kebenaran laporan keluarga korban. Namun, sampai hari ini kita belum menemukan bukti atau petunjuk tentang kebenaran terjadinya pembunuhan.

“Petunjuk yang ditemukan masih di dominasi oleh terjadinya kecelakaan lalu lintas. Perlu saya tegaskan petunjuk berupa keterangan orang kesurupan tidak termasuk dalam lima alat bukti yang sah menurut undang undang. Dan tidak dipertimbangkan di depan sidang pengadilan,”jelasnya. (ile/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...