Danny Pomanto Melawan “Raksasa”, Bagaimana Peluangnya Oppo?

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR—Incumbent, Mohammad Ramdhan Pomanto yang menggandeng Indira Mulyasari di Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan posisinya sebagai orang nomor satu di Balaikota. Akan head to head dengan Munafri Arifuddin-drg.A.Rachmatika Dewi (Appi-Cicu), Danny, sapaan Ramdhan Pomanto laiknya akan bertarung melawan raksasa.

Meski berstatus incumbent, nyaris tidak ada kekuatan besar di belakang DIAmi. Sebaliknya, di kubu Appi-Cicu, sederet nama besar berjejer di belakangnya. Sebut misalnya kalangan keluarga besarnya sendiri dan juga mantan wali kota, Ilham Arief Sirajuddin.

Tak hanya itu, Appi-Cicu juga dibentengi mayoritas partai politik yang ada di DPRD Kota Makassar. Untuk pilwalkot Juni mendatang, Appi-Cicu diusung PAN, Hanura, NasDem, Golkar, PPP, PBB, PKS, PDIP, PKPI, hingga partai Gerindra.

Jika seluruh partai politik itu solid, Appi-Cicu jelas sudah punya pondasi kuat di seluruh kelurahan. Itu karena seluruh parpol tersebut sudah punya struktur hingga level terbawah dan punya basis massa yang jelas yang terawat hampir di setiap even pesta demokrasi.

Selain itu, jika berbicara sisi finansial, Appi-Cicu juga tentu jauh lebih kuat. Dan dengan semua kekuatan yang dimilikinya, Appi-Cicu tentu bisa cukup percaya diri bahwa mereka akan mampu menumbangkan DIAmi dan melenggang ke Balaikota.

Lalu bagaimana Danny dan Indira akan melawan kekuatan besar ini? Pengamat Politik, Firdaus Muhammad mengatakan bahwa ini memang bukan pekerjaan gampang. Namun, Firdaus memastikan bahwa selaku incumbent, Danny akan tetap percaya diri bisa mempertahankan tempatnya sebagai orang nomor satu di Kota Daeng.

“Danny melawan sejumlah tokoh yang turut mengantarnya pada Pilawali lalu. Danny juga menghadapi partai yang semula merapat kepadanya. Namun Danny tampak yakin menang kedua kalinya tanpa dukungan tokoh politik yang dulu membesarkannya,” kata Firdaus.

Bagi Firdaus, masuk akal jika Danny tak gentar dan minder menghadapi kekuatan besar para tokoh dan parpol di belakang Appi-Cicu sebab meski maju sebagai calon perseorangan, Danny menurutnya punya modal lain yakni statusnya sebagai incumbent. Masyarakat kata dia tentu akan melihat kinerja yang sudah ditunjukkannya selama memimpin Makassar.

“(Keyakinan memenangi Pilwalkot keduanya) Hal itu wajar karena DP sudah menunjukkkan kinerja yang baik dengan berbagai prestasi yang diharapkan menjadi alasan masyarakat memilihnya,” jelas Firdaus.

Dosen politik Universitas Bosowa 45, Dr Arief Wicaksono dikutip dari BKM (Grup FAJAR) secara umum menilai, calon independen atau perseorangan harus ditunjang oleh keberadaan relawan yang kompak, satu komando dan dibiayai secara bertahap oleh calon. Sehingga menurutnya, tidak bisa sama perlakuannya dengan calon dari parpol yang relatif sudah punya infrastruktur dan mapan hingga level grassroot.

“Calon perseorangan yang tidak memiliki persyaratan itu, ya harus kerja keras untuk memenangkan pertarungan. Tinggal kita lihat, apakah calon tersebut adalah incumbent atau penantang, atau tidak kedua-duanya,” ujar Arief, kemarin. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...