Dicopot Menristekdikti, Ini Pembelaan Prof Djaali Mantan Rektor UNJ

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Profesor Djaali angkat bicara soal kasus yang menimpanya. Ini dilakukan saat sidang perkara pemberhentiannya sebagai Rektor UNJ dan pembebasannya dari jabatan sebagai fungsional dosen sekaligus status pegawai negeri sipil, digelar Senin (8/1) lalu.

Sidang yang terbuka untuk umum itu mengagendakan pembacaan keberatan Djaali atas empat alasan yang digunakan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti).

Djaali membantah dalil yang menjadi dasar pemberhentiannya. Terkait tuduhan bahwa dirinya melakukan bimbingan, menguji dan meluluskan 112 orang mahasiswa doktor UNJ hanya dalam kurun waktu enam bulan, menurutnya, para mahasiswa telah dibimbing pada rentang akumulasi waktu bimbingan sebelas tahun, sejak 2004 sampai 2016.

"Tiga dalil lainnya pada SK Menristekdikti itu juga tidak benar," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (16/1).

Menristekdikti dinilai tidak memiliki kewenangan untuk menilai keabsahan peraturan perundangan-undangan di bawah undang-undang a quo.

Sementara keluarnya SK tentang Penetapan Uji Turnitin sebagai Prasyarat Kelulusan, disiapkan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik yang juga Sekretaris Senat, dan ditetapkan di rapat pimpinan. Karenanya, kata Djaali, tidak ada kesengajaan untuk tidak melibatkan Senat dalam perumusan kebijakan tersebut.

Dalam hal pembimbingan yang tidak memadai sehingga terjadi plagiat, Djaali mengatakan tuduhan itu tak berdasar. Karena tidak pernah diumumkan secara terbuka siapa saja dan berapa banyak yang plangiat.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hariman Kaimuddin


Comment

Loading...