Dicopot Menristekdikti, Ini Pembelaan Prof Djaali Mantan Rektor UNJ

Selasa, 16 Januari 2018 21:37
Dicopot Menristekdikti, Ini Pembelaan Prof Djaali Mantan Rektor UNJ

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Profesor Djaali angkat bicara soal kasus yang menimpanya. Ini dilakukan saat sidang perkara pemberhentiannya sebagai Rektor UNJ dan pembebasannya dari jabatan sebagai fungsional dosen sekaligus status pegawai negeri sipil, digelar Senin (8/1) lalu.Sidang yang terbuka untuk umum itu mengagendakan pembacaan keberatan Djaali atas empat alasan yang digunakan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti).Djaali membantah dalil yang menjadi dasar pemberhentiannya. Terkait tuduhan bahwa dirinya melakukan bimbingan, menguji dan meluluskan 112 orang mahasiswa doktor UNJ hanya dalam kurun waktu enam bulan, menurutnya, para mahasiswa telah dibimbing pada rentang akumulasi waktu bimbingan sebelas tahun, sejak 2004 sampai 2016.”Tiga dalil lainnya pada SK Menristekdikti itu juga tidak benar,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (16/1).Menristekdikti dinilai tidak memiliki kewenangan untuk menilai keabsahan peraturan perundangan-undangan di bawah undang-undang a quo.Sementara keluarnya SK tentang Penetapan Uji Turnitin sebagai Prasyarat Kelulusan, disiapkan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik yang juga Sekretaris Senat, dan ditetapkan di rapat pimpinan. Karenanya, kata Djaali, tidak ada kesengajaan untuk tidak melibatkan Senat dalam perumusan kebijakan tersebut.Dalam hal pembimbingan yang tidak memadai sehingga terjadi plagiat, Djaali mengatakan tuduhan itu tak berdasar. Karena tidak pernah diumumkan secara terbuka siapa saja dan berapa banyak yang plangiat.”Proses pembuktian plagiarisme sesuai Permendiknas tidak pernah dilakukan namun SK sudah dikeluarkan. Kalaupun benar terjadi plagiat, bukanlah tanggung jawab promotor apalagi rektor karena setiap mahasiswa diwajibkan menandatangani pernyataan bebas plagiat di atas meterai cukup dan bersedia menerima sanksi jika terbukti melakukan plagiat,” tandasnya.Diketahui, melalui SK 471/M/KPT. KP/2017 tertanggal 20 November 2017 dan SK 473/M/KPT.KP/2017, tertanggal 24 November 2017, Menristekdikti M Nasir menyebut bahwa Djaali bersalah karena menerbitkan surat keputusan Rektor UNJ No. 1278a/SP/2016 tanggal 10 November 2016 tentang Penetapan Uji Turnitin sebagai prasyarat kelulusan mahasiswa Program Diploma, Sarjana, Magister, dan Doktor UNJ yang tidak sesuai dengan dengan perundang-undangan.Kemudian, Djaali juga disebut membimbing, menguji dan meluluskan lebih dari 112 orang mahasiswa program doktor UNJ pada kurun waktu Maret-September 2016, tidak melakukan pembimbingan secara memadai yang mengakibatkan terjadinya perbuatan plagiat dalam penyusunan disertasi mahasiswa program doktor UNJ. Djaali juga dikatakan menyalahgunakan wewenang sebagai Ketua Senat UNJ, dengan tidak melibatkan Senat UNJ dalam perumusan kebijakan akademik.Sementara sidang lanjutan perkara ini rencananya akan digelar pada 22 Januari 2018. Salah satu agendanya mendengarkan jawaban Nasir atas respons Djaali. (Fajar/JPC)

Bagikan berita ini:
3
4
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar