Presiden Iran Sindir Donald Trump Soal Nuklir

Selasa, 16 Januari 2018 - 06:18 WIB
Presiden Iran, Hassan Rouhani

FAJAR.CO.ID — Presiden Iran, Hassan Rouhani, menyindir Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, karena gagal mengakhiri kesepakatan nuklir Iran meskipun ada janji kampanye 2016.

“Sudah satu tahun sejak Trump mencoba membunuh JCPOA (Joint Comprehensive Plan of Action atau Rencana Aksi Komprehensif Bersama) dan belum berhasil, ini berarti kemenangan hukum atas kediktatoran,” kata Rouhani pada hari Minggu (14/1/2018).

“Saya sangat senang melihat bahwa Gedung Putih telah gagal untuk mengganggu kewajiban internasional, melanggar kesetiaan dan menentang resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang merupakan hasil kesepakatan di antara tujuh negara,” sambungnya seperti dimuat Press TV.

Pernyataanya itu dibuat setelah Trump pada Jumat (12/1) menandatangani dokumen untuk menahan beberapa sanksi terhadap Iran yang ditangguhkan, yang pada dasarnya menjaga kesepakatan nuklir tersebut berlaku.

Presiden Amerika Serikat memang memiliki kewajiban untuk menandatangani dokumen tersebut setiap beberapa bulan di bawah JCPOA tersebut. JCPOA sendiri adalah sebuah perjanjian yang diperantarai pada tahun 2015 yang mewajibkan Iran untuk membatasi program nuklirnya dengan imbalan pelonggaran sanksi.

Meski menjaga kesepakatan tetap utuh, Trump tetap mengumumkan sanksi terpisah baru-baru ini terhadap 14 individu dan entitas Iran pada saat bersamaan. Diantaranya adalah kepala pengadilan Iran, Ayatollah Sadeq Amoli Larijan. (fajar/rmol)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.