Sulsel Butuh Pemimpin dengan Jaringan Nasional

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 akan menentukan arah pembangunan pintu gerbang Kawasan Timur Indonesia. Sederet problema klasik yang tidak kunjung tuntas dipastikan menjadi tanggungjawab gubernur baru. Mulai dari kemiskinan, pengangguran hingga ketimpangan ekonomi (gini ratio) yang tercatat semakin tinggi. Sulsel butuh sentuhan sosok pemimpin cakap dengan jaringan kuat di level nasional.

Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse (RMS), mengungkapkan tugas gubernur baru memang terbilang berat. Untuk itu, masyarakat seyogyanya memilih figur pemimpin dengan ketokohan yang tidak diragukan lagi di pentas nasional. Jangan sampai, kata dia, masyarakat salah pilih dengan mendukung kandidat yang hanya bisa pencitraan. Hanya sosok dengan jaringan kuat di level nasional yang mampu membawa Sulsel bertumbuh lebih baik dari sekarang.

"Kalau mau lihat Sulsel lebih berkembang dan sejahtera, ya pilih sosok pemimpin dengan jaringan kuat di level nasional, bahkan internasional. Jangan sampai salah pilih, jangan malah mendukung kandidat yang hanya bisa pencitraan. Ujung-ujungnya hanya membuat susah rakyat," kata RMS yang juga Bupati Sidrap, Senin, 15 Januari.

Menurut RMS, dari empat kandidat pada Pilgub Sulsel, secara objektif harus diakui pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) merupakan satu-satunya kandidat yang memiliki jaringan kuat di pentas nasional. Toh, keduanya merupakan tokoh nasional yang memilih pulang kampung untuk mengabdi mewujudkan Sulsel Baru. "NH-Aziz sudah dari dulu kiprahnya mensejahterakan rakyat. Bukan seperti calon lain yang hanya pencitraan," tegasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Syarifah Fitriani

Comment

Loading...