Kekayaan AS Tamrin, Maasra Manarfa dan Ahmad Arfa Meningkat

0 Komentar

Ibrahim Marsela-Ilyas Belum Ter-Input

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Lima Bakal Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Baubau Periode 2018-2023 sudah melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) nya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tinggal  pasangan Ibrahim Marsela dan Ilyas yang LHKPN nya belum di input ke dalam website KPK. Laporan LHKPN ini merupakan salah satu syarat wajib untuk menjadi calon kepala daerah.

Seperti dilansir dari website kpk.go.id jumlah kekayaan AS Tamrin yang juga sebagai Wali Kota Baubau periode 2013-2018 per 7 Januari sebesar Rp. 9.317.890.500. Jumlah ini sudah termasuk harta bergerak dan tidak bergerak. Termasuk juga surat-surat berharga. Jumlah ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan LHKPN nya pada saat baru mendaftarkan diri sebagai calon Wali Kota Baubau periode 2013-2018 per 3 September 2012 sebesar Rp. 5.272.518.345. Meningkat Rp. 4.045.372.155.

Sedangkan LHKPN ketika baru pensiun sebagai Pejabat Badan Pertanahan Nasional per 28 Desember 2009 sebesar Rp. 5.082.126.812. Jumlah kenaikan harta kekayaan AS Tamrin tersebut sudah termasuk dengan jumlah gaji dan tunjangan selama menjabat sebagai Wali Kota Baubau satu periode.

Sementara itu, La Ode Ahmad Monianse yang merupakan bakal calon Wakil Wali Kota AS Tamrin memiliki harta kekayaan per 8 Januari 2018 sebesar Rp. 352.139.250. Sekedar diketahui Monianse merupakan mantan anggota DPRD Kota Baubau periode 2009-2014.

Kenaikan LHKPN yang cukup signifikan juga terlihat pada bakal calon Wali Kota Baubau, Wa Ode Maasra Manarfa. Berdasarkan data, LHKPN Wa Ode Maasra Manarfa per 14 September 2012 saat mencalonkan diri menjadi Wakil Wali Kota Baubau periode 2013-2018 mendampingi AS Tamrin sebesar Rp. 2.596.566.000.

Angka ini meningkat cukup signifikan dibanding LHKPN terbaru per 5 Januari 2018 sebesar Rp. 8.053.804.500 atau mengalami kenaikan sebesar Rp. 5.457.238.500. Sekedar diketahui pula, Wa Ode Maasra Manarfa sebelum menjadi Wakil Wali Kota Baubau merupakan mantan anggota DPRD Kota Baubau.

Selanjutnya bakal calon Wakil Wali Kota Baubau pendamping Wa Ode Maasra Manarfa memiliki harta kekayaan per 5 Januari 2018 sebesar Rp. Rp. 5.039.802.582. Ikhsan Ismail merupakan anggota DPRD Provinsi Sultra periode 2014-2019.

Bakal calon Wali Kota Baubau selanjutnya adalah Yusran Fahim atau lebih akrab disapa Haji Yusran Fahim (HYF). Pria yang berlatar belakang seorang pengusaha ini memiliki harta kekayaan terbanyak dibanding seluruh bakal calon di Pilkada Serentak 2018 di Sultra. Berdasarkan LHKPN yang dilaporkan per 3 Januari 2018 jumlah kekayaan Ketua PPP Kota Baubau ini mencapai Rp. 75.197.517.122.

Bakal calon Wakil Wali Kota Baubau pendamping Yusran Fahim adalah Ahmad Arfa. Ahmad Arfa merupakan mantan birokrasi senior yang memangku jabatan terakhir sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau. Jumlah kekayaannya saat menjabat sebagai Sekda per 5 Juni 2012 sebesar Rp. 1.459.875.341. Naik signifikan saat mencalonkan diri menjadi Wakil Wali Kota Baubau saat ini berdasarkan LHKPN per 4 Januari 2018 sebesar Rp. 4.391.656.000 atau meningkat Rp. 2.931.780.659.

Kandidat lain adalah pasangan Roslina Rahim dan La Ode Yasin Mazadu. Bakal pasangan calon ini merupakan Ketua DPRD dan Wakil Ketua DPRD Kota Baubau periode 2014-2019. Roslina Rahim berdasarkan LHKPN per 28 Desember 2017 memiliki harta kekayaan sebesar Rp. 1.943.980.400. Sedangkan La Ode Yasin Mazadu yang sudah tiga periode menjadi anggota DPRD memiliki kekayaan per 27 Desember 2017 sebesar Rp. 872.760.796.

Beralih ke bakal pasangan calon dari jalur independen. Nursalam merupakan bakal calon Wali Kota Baubau paling “miskin” diantara lainnya. Laporan harta kekayaan yang masuk di KPK terdaftar per 9 Januari 2018, ia memiliki harta kekayaan hanya Rp. Rp. 5.000.000. Berbeda dengan pasangannya, Nurman Dani yang memiliki harta kekayaan per 8 Januari 2018 sebesar Rp. 2.015.274.263.

Bakal pasangan calon terakhir yang juga dari jalur independen adalah Ibrahim Marsela dan Ilyas. Ibrahim Marsela tercatat sudah 2 kali menyerahkan LHKPN di KPK. Pertama per 31 Agustus 2007 kekayaannya mencapai Rp. 4.237.949.160. Jumlah ini meningkat menjadi Rp. 11.120.420.073 per 6 September 2012 ketika mencalonkan diri menjadi calon Wali Kota Baubau periode 2013-2018. Sementara LHKPN terbaru sebagai syarat pencalonan kali ini belum terdaftar dalam website KPK. Begitu juga dengan LHKPN pendampingnya, Ilyas yang sampai berita ini dirilis belum terdaftar di laman resmi KPK. (Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...