Bangladesh Akan Pulangkan Semua Muslim Rohingya ke Myanmar

Kamis, 18 Januari 2018 - 05:04 WIB
Pengungsi Rohingya di Cox's Bazar, Bangladesh pada 12 Januari 2018. (Foto: Reuters/Tyrone Siu)

FAJAR.CO.ID — Sesuai hasil pertemuan kedua negara, tahun lalu, Pemerintah Bangladesh mengatakan pada hari Selasa bahwa pihaknya akan menyelesaikan proses pengembalian semua pengungsi Muslim Rohingya ke Burma (Myanmar) dalam waktu dua tahun.

Sebuah pernyataan oleh kementerian luar negeri Bangladesh tidak mengatakan kapan proses pemulangannya akan dimulai. Namun mengatakan bahwa usaha pengembalian tersebut mempertimbangkan keluarga sebagai satu kesatuan, dengan Myanmar akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi mereka yang kembali sebelum membangun kembali rumah bagi mereka.

Media pemerintah Myanmar melaporkan pada hari Senin bahwa pemerintah sedang membangun sebuah kamp sementara untuk menampung 30.000 Muslim Rohingya yang ditargetkan untuk repatriasi. Jumlah itu hanya sebagian kecil dari lebih dari 650.000 orang yang telah melarikan diri ke Bangladesh sejak 25 Agustus.

PBB memperingatkan pada hari Selasa bahwa pengungsi Rohingya harus diberitahu tentang kondisi di negara bagian Rakhine di bagian utara Myanmar sebelum mereka diizinkan untuk kembali dengan sukarela dan dalam keadaan aman. Hampir satu juta Rohingya sekarang tinggal di Cox’s Bazar di selatan Bangladesh.

Pejabat dari kedua negara bertemu pada hari Senin untuk membahas kesepakatan pemulangan yang ditandatangani pada 23 November. Pertemuan di ibukota Myanmar Naypyitaw adalah yang pertama untuk sebuah kelompok kerja gabungan yang dibentuk untuk memastikan rincian kesepakatan tersebut.

Koran Global New Light Myanmar yang dikelola negara mengatakan sebuah kamp di Hla Po Khaung di Rakhine utara akan menjadi kamp transisi sementara bagi orang-orang yang dipulangkan. “Hla Po Khaung seluas 124 hektar akan menampung sekitar 30.000 orang di 625 bangunannya,” kata surat kabar tersebut, menambahkan bahwa sekitar 100 bangunan akan selesai pada akhir Januari.

Aung Tun Thet, koordinator utama untuk Bantuan Kemanusiaan, Pemukiman dan Pembangunan Myanmar, mengatakan kepada Reuters bahwa kamp di Hla Po Khaung akan menjadi tempat transisi bagi pengungsi Rohingya sebelum mereka dipulangkan ke tempat asal mereka atau yang terdekat. “Kami akan mencoba untuk menerima semua orang yang kembali ke Myanmar,” katanya. (Asian Correspondent/amr/fajar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.