Uang Rakyat Dipakai untuk Kerja Pansus Angket, Ini Peringatan PAN

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Perjalanan kerja Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dibuat oleh Anggota DPR RI hampir berakhir. Namun, kerja dari Pansus Angket ini belum dilaporkan ke pimpinan DPR.

Selain itu, ada isu perpecahan di keanggotaan Pansus Angket sendiri, dengan kabar Fraksi Golkar menarik anggotanya dari Pansus Angket. Padahal, kerja Pansus sudah menggunakan uang rakyat.

Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengatakan, Pansus Angket harus menghindari sengketa di publik soal kinerja mereka dengan cara mempercepat, dan mengakhiri tugas mereka dengan rekomendasi kerja atas masalah yang dimaksud.

“Supaya tidak ada silang sengketa di publik, menurut saya sebaiknya anggota Pansus rapat secepatnya dan mengakhiri masa tugasnya dengan rekomendasi-rekomendasi,” kata Yandri di Gedung DPR RI, Jumat (19/1).

Pasalnya, kata Yandri, kerja Pansus Angket sudah memakai uang rakyat dan itu harus dipertanggung jawabkan dengan hasil kerja. “Kalau ngga ada rekomendasi, toh uang rakyat udah dipakai. Anggaran negara juga udah dipakai,” jelasnya.

Untuk itu, sebagai langkah pertanggung jawaban atas penggunaan uang rakyat itu, anggota Pansus Angket harus memberikan hasil kerja, bukan dengan cara penarikan diri atau langkah bubar yang karuan itu.

“Jadi harus ada pertanggung-jawaban. Tidak bisa satu narik diri atau bubar ngga karuan, itu akan jelek bagi DPR,” ucap Yandri.

Pansu Angket, tambah Yandri dibuat secara konstitusi dan resmi. Olehnya itu, langkah pembubaran atau mengakhiri kerja Pansus Angket juga harus dengan cara yang baik pula.

“Ingat, Pansus Angket itu dibentuk secara kinstitusi, kemudian secara rapi. Maka pembubaran maupun mengakhiri kerja Pansus juga dengan rapih,” tambahnya. (Aiy/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...