Penyebar Hoax Jelang Pilkada Mulai Diburu

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Mendekati pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada Juli mendatang, hingga saat ini sudah banyak postingan mengenai Pasangan Calon (paslon) yang ditemui di media sosial (medsos). Tidak hanya postingan, bahkan pembahasan mengenai pilkada juga marak ditemui di sejumlah media sosial.

Untuk itu, Polres Tarakan sendiri saat ini meningkatkan pengawasan terhadap media sosial melalui sistem cyber. “Saat ini kita tim cyber kita dari Polres Tarakan dan dari Polda sudah melakukan pemantauan terhadap postingan-postingan di medsos. Jadi kalau ada yang postingan yang tidak sesuai, nanti kita lihat apakah bisa dilangkahkan ataupun dilakukan pencegahan,” ungkap Wakapolres Tarakan, Kompol Riski Farah Sandy.

Ditambahkannya, untuk pencegahan sendiri, biasanya pihaknya langsung turun ke kalangan masyarakat untuk melakukan imbauan. Dalam hal ini, anggota Babinkamtibmas dan anggota Polsek melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi terhadap postingan yang tidak jelas.

“Tapi kalau memang ada unsur pidana, dan memang komentarnya tajam, maka dari reskrim akan capture postingan itu. Setelah itu akan kita panggil pemilik akun, dan kalau bisa dilakukan pembinaan maka kita lakukan. Namun kalau memang lanjut ya kita pidanakan,” beber pria yang berpangkat balok satu tersebut.

Terkait sanksi pidana yang diberikan, diterangkan Riski, para pelaku bisa saja dikenakan Undang-Undang ITE. Untuk itu, Ia meminta kepada masyarakat agar selalu jeli dalam melihat postingan-postingan yang bisa memprovokasi. Apalagi menjelang Pilkada ini, tidak menutup kemungkinan para pendukung dari Pasangan Calon (Paslon) akan saling memberikan komentar di medsos.

“Kita dari kepolisian kalau terjadi pembiaran menimbulkan potensi kerawanan. Jadi kita memberikan postingan imbauan untuk mendinginkan suasana. Nanti kita juga akan menyarankan ke KPU untuk melakukan deklarasi damai terhadap semua paslon,” imbuhnya.

Ditegaskan Riski, masyarakat harus lebih cerdas dalam penggunaan medsos dan bisa memilih bahasa yang baik dalam menyampaikan pendapat. Hingga saat ini pihaknya sendiri memastikan sudah melakukan pemantauan terhadap beberapa akun yang dianggap selalu memprovokasi tiap kali memposting pendapat.

“Pokoknya ada, dan itu bermacam-macam. Mulai dari akun perorangan dan perkelompok juga ada saat ini yang terus kita awasi. Nanti kita klasifikasi, apakah akun itu kita perlu kita waspadai atau bagaimana,” pungkasnya. (zar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...