Gaet Komunitas Musik, Polres Baubau Galang Dana untuk Bocah Penderita Gizi Buruk

Senin, 22 Januari 2018 - 18:56 WIB

FAJAR.CO.ID, BAUBAU – Bocah Saharuddin Syawal asal Kapontori, Kabupaten Buton sudah beberapa minggu ini masih terbaring di RSUD Palagimata. Bocah yang ‘ditinggalkan’ orang tuanya karena tengah mencari nafkah itu mengalami gizi buruk dan tidak memiliki biaya untuk pengobatan.

Melihat kondisi itu, Polres Baubau dibawah kepemimpinan AKBP Daniel Widya Mucharam pun turun tangan. Rasa kepedulian sosial yang tinggi membuat ia terpanggil untuk membantu meringankan beban sang bocah.

Namun, ia memiliki cara yang unik untuk menggalang bantuan. Ia menggaet Metro Entertainet dan Komunitas Musik Kota Baubau untuk menggelar kegiatan ngamen di beberapa titik. Kegiatan tersebut berakhir di halaman Mapolres Baubau, Senin (22/1).

Kapolres yang ditemui usai kegiatan mengungkapkan kegiatan yang digelar tersebut semata-mata atas panggilan kemanusiaan. Informasi yang ia peroleh terkait keadaan bocah tersebut melalui media sosial yang sempat viral dan menjadi pembahasan masyarkat.

“Informasi yang kami dapat dari masyarakat bahkan sempat viral bahwa ada seorang anak bernama Saharudin Syawal mengalami gizi buruk dan dijaga oleh neneknya yang sudah cukup tua. Sedangkan orang tuanya sedang di luar kota mencari nafkah,” kata Daniel kepada sejumlah awak media seperti dilansir dari keptonnews.com.

Nah, setelah mendapat informasi tersebut, Daniel langsung mengajak komunitas musisi di Kota Baubau untuk menggelar kegiatan ngamen yang hasilnya nanti seluruhnya diserahkan untuk membantu Saharuddin Syawal. “Kepedulian merupakan panggilan jiwa kita. Kami bekerja sama dengan rekan-rekan komunitas musik memberikan sesuatu kepada adinda Saharudin Syawal,” tambahnya.

Selain itu, kata Daniel, sebelumnya juga ada Ananda Ilham yang sempat di tolong oleh Iptu Syukri Masse dan viral di masyarakat. Iptu Syukri merupakan salah satu anggota yang memiliki jiwa sosial terhadap masyarakat.

“Mungkin bantuan tersebut tidak besar. Namun kita akan budayakan di Kota Baubau. Sehingga punya rasa memiliki untuk membantu sesama. Semoga ini sesuatu yang bisa menular ke masyarakat,” harapnya. (Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.