Gaji di Persewangi Macet, Marzuki Kesulitan Pulang ke Parepare

  • Bagikan
Marzuki Madong (baju putih biru) usai menjemur jagung. (Foto: Nurhadi For RaBa)

Meski kompetisi Liga 3 sudah usai, bek Persewangi, Marzuki Madong, 28, tak bisa pulang ke parepare, sulsel, lantaran gajinya selama tiga bulan tertahan.

======================= Laporan: Fredy Rizki, Bayuwangi =======================

AWAL pekan lalu, enam pemain Persewangi 1970 mendatangi pengurus Askab PSSI dan wartawan Jawa Pos Radar Bayuwangi (FAJAR Group). Mereka mengadukan nasib karena gaji sebagai pemain tak terbayarkan hingga awal 2018. Dari keenam pemain itu, sebagian besar adalah pemain asal Bayuwangi wilayah selatan. Namum, ada satu yang paling menarik perhatian. Dari logat bicaranya, pria bernama Marzuki Madong itu berasal dari Kota parepare, Sulawesi Selatan. Saya pun semakin tertarik berbicara lebih lanjut dengan pemain belakang Persewangi tersebut. Karena jika memang benar keenam pemain itu tak dibayar, maka Marzuki-lah yang paling merasakan dampaknya, karena berdomisili paling jauh. Dia pun mulai bercerita jika asal mula dirinya datang ke Bayuwangi karena sempat mendapat janji manis salah satu pengurus Persewangi 1970. Marzuki yang saat itu berada di Surabaya--usai bermain untuk klubnya, Yahukimo FC--langsung mengiyakan dan ikut berangkat ke Bayuwangi untuk membela Persewangi 1970. "Saya sudah bermain tiga tahun di Yahukimo FC, tapi ditawari Febrian Sofiandi untuk memperkuat Persewangi 1970. Katanya, sekarang sudah dipegang PT, jadi gajinya pasti terjamin," kisah Marzuki. Sepertinya, nasib kurang beruntung justru diterima Zuki, sapaannya. Sejak Juli 2017 lalu, gajinya sebagai pemain tak kunjung diberikan oleh manajemen tim. Akibatnya, putra dari almarhum Muhamad Dong dan almarhumah Samsani itu tidak bisa melunasi beberapa kebutuhan hidupnya.

  • Bagikan