Ini Alasan Menag Naikkan Biaya Haji Tahun 2018

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ongkos penyelenggaran ibadah haji di tahun 2018 atau 1439 hijriah mengalamai kenaikan ‎sebesar 2.58 persen. Hal itu menjadi keputusan Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin saat rapat dengan Komisi VIII DPR, kenaikannya sebesar Rp 900.670.

“Akan ada kenaikan sebesar Rp 900.670,” ujar Lukman saat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/11).

Lukman mengatakan di 2018 ini, ongkos biaya haji menjadi Rp 35.790.982.00‎. Sementara di tahun 2017 kemarin ongkos biaya haji sebesar Rp 34.890.321.00.

Menurut Lukman, kenaikan ongkos ‎biaya haji karena beberapa faktor. Seperti biaya bahan bakar pesawat yakni avtur mengalami kenaikan.

Kemudian, lanjut Menag, adanya biaya pajak haji dari Arab Saudi sebesar 5 persen, ditambah kenaikan biaya transpotasi, dan kenaikan biaya komsumsi atau katering sebesar 5 persen.

“Jadi pastilah itu berdampak pada kenaikan ongkos biaya naik haji,” katanya.

Belum lagi, ungkap Lukman, jamaah di 2017 lalu hanya bisa menambah makanan sebanyak 25 kali selama mereka tinggal. Sementara di 2018 ini jamaah penambahan makanan akan ditingkatkan menjadi 50 kali.

“Karena selama ini mereka kesulitan memasak sendiri selama tinggal di Makkah,” ungkapnya.

Lukman juga berharap masyarakat bisa memahami dengan adanya kenaikan ongkos biaya haji ini. Karena kenaikan itu juga untuk kepentingan jamaah itu sendiri.

“‎Kenaikan ini saya pikir masyarakat bisa memahami, kecuali kenaikan tidak bisa dijelaskan karena alasan apa,” pungkasnya. (Fajar/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...