Lepas Jabatan Sekjen, Ini Posisi Baru Idrus Marham di Golkar

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Nama Idrus Marham Idrus belum habis di Partai Golkar. Setelah dilantik menjadi Menteri Sosial, Idrus masih mendapat jabatan strategis di partai berlambang beringin tersebut.

Meski tidak lagi menjabat sekretaris jenderal, namun Idrus di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto  masih dipercaya sebagai Ketua Koordinator Bidang Kelembagaan.

Idrus akan dibantu Kahar Muzakir yang ditunjuk Airlangga sebagai wakil Korbid Kelembagaan. Di bawahnya bercokol tiga bidang, yakni Bidang Hubungan Lembaga Politik yang diketuai Yahya Zainu, Hubungan Eksekutif dipimpin Dani Sudarsono dan Hubungan Legislatif dikomandani Syamsul Bahri.

Airlangga mempercayakan posisi sekjen kepada Lodewijk Frederich Paulus menggantikan Idrus. Airlangga juga menunjuk 13 wakil sekjen.

Mereka adalah Budhy Setiawan, Muhamad Sarmuji, Dolly Siregar, Hakim Kamaruddin, Herman Hayong, Ratu Dian Hatifah, Syamsul Hidayat, Victus Murin, Maman Abdurrachman, Gatot Sudaryanto, Andi Rip Padjalangi dan Rene Manembau.

Sedangkan posisi bendahara umum PG dipercayakan kepada Robert Joseph Kardinal. Ada 13 wakil bendum yang mendampingi Kardinal. Mereka adalah Pahlevi Pangerang, Satya Yudha, Ichsan Firdaus, Eva Eliza Wibisono, Eka Sastra, Agus Silaban, Hasrul Rahman, Arianti Dewi, Sari Yuliati, Dewi Asmara, Edy Kunthadi, Raymond Syauta, Ranny Fahd El Fouz.

Sementara itu, Roem Kono dipercaya Airlangga menjabat ketua Korbid Kesejahteraan Rakyat. Roem akan dibantu Yusuf Hamka sebagai wakilnya.

Airlangga juga mempercayakan Nurdin Halid menjadi ketua Koordinator Bidang Pratama. Wakilnya, ada dua nama tenar. Yakni, Siti Herdiati Hariyadi alias Titiek Soeharto, putri almarhum Presiden RI kedua Soeharto. Kemudian ada pula Bambang Soesatyo, yang saat ini menjabat ketua DPR.

Aziz Syamsudin yang sempat digadang-gadang sebagai ketua DPR, dipercaya Airlangga menjabat ketua Korbid Ekonomi. Sebagai wakilnya, Airlangga mempercayakan bekas Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi.

Airlangga menegaskan, kepengurusan hasil revitalisasi dan restrukturisasi ini periode 2017-2019 difokuskan menghadapi berbagai agenda di tahun politik 2018 dan Pemilu 2019.

“Jadi murni untuk menghadapai tahun pemilu 2019 dan tahun politik di 2018,” kata Airlangga di kantor DPP PG, Senin (22/1). (Fajar/jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...