Masuk Masa Panen Raya, Begini Kata Mentan Soal Impor Beras 500 Ribu Ton

Senin, 22 Januari 2018 21:53
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, BOJONEGORO
Sejumlah daerah di Tanah Air, kini mulai memasuki masa panen raya di akhir Januari dan Februari 2018. Di Desa Kedung Arung, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur misalnya, Jumlah panen kini berjumlah 1800 hektar dari total 5000 hektar yang terdiri dari 5 Desa. Kini telah memasuki masa panen yang dimulai pada Senin (22/01/18).

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pertanian (mentan) Andi Amran Sulaiman ketika ikut terjun dalam proses panen di tengah lahan persawahan, bersama Kabareskrim Komjen Pol Ari Dono, serta Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan juga Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf, Senin (22/1) siang tadi.

“Alhamdulillah hari ini kita sudah memulai panen raya. Luasanya kurang lebih 1.800 hektar, dalam minggu ini bisa mencapai 5000 hektar di seluruh Bojonegoro ini.” Kata Mentan di sela-sela panen raya.

Amran mengatakan, jika diangkat ke tingkat Nasional, dalam satu bulan luas rencana panen di seluruh daerah di Indonesia bisa capai 2  juta hektar, di bulan Februari berkisar 1,7 hektar, “Total yang bisa dihasilkan adalah 5 sampai 6 juta ton beras dengan kebutuhan pertahun 2,7 juta ton.” Kata Mentan

Disinggung soal rencana impor beras oleh Menteri Perdagangan dan Bulog sebesar 500 ribu ton beras medium, menteri Amran rupanya enggan menanggapi secara rinci pertanyaan awak media.

Pria kelahiran Bone Sulawesi Selatan (sulsel) ini berdalih, pihaknya hanya mempunyai tanggung jawab produksi.  “Kami domainnya produksi ini di tengah sawah ini. Aku cerita produksi, SK kami adalah bagaimana meningkatkan produksi.” Ujar Mentan

Terkait dengan perbedaan data dari sejumlah pasar dan kepala gudang, yang dinilai tidak sama dengan data dari Kementrian Pertanian hingga terbukanya kran impor, Mentan merasa wajar dengan sejumlah perbedaan tersebut.

“Aku tanya balik, sejak kapan data tidak gaduh, pernah nggak?, kita punya wilayah masing-masing, jangan yang tidak punya kompoten yang seakan-akan lebih tau data.” Kata Amran Sualaiman.

“Sekarang persoalannya stoknya menipis, solusinya, panen dan stor ke Bulog.” Imbuhnya.

Diketahui, capaian pangan pada masa pemerintahan Joko Widodo, di tahun 2016-2017 tidak ada impor beras medium, kedua impor jagung hingga saat ini 0 ( tidak ada sama sekali ), Bawang merah, kini sudah ekspor ke-6 negara, begitu juga dengan cabai yang sudah mulai stabil pada tahun ini.

Pemerintahan Jokowi juga merupakan pertama dalam sejarah yang mencantumkan petani kedalam asuransi apabila terjadi kerugian.(fat/fajar)

Bagikan berita ini:
6
1
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar