Bupati Kebumen Ditetapkan Tersangka, Diduga Terima Suap Rp. 2,3 Miliar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi secara resmi menetapkan Bupati Kebumen, Jateng, Muhammad Yahya Fuad sebagai tersangka suap dan gratifikasi terkait dengan pengadaan barang dan jasa dana APBD Kabupaten Kebumen TA 2016.

Selain Yahya, KPK penyidik juga menetapkan dua tersangka lainnya, yakni  Hojin Anshori dan Komisari PT.KAK, Khayub Muhammad Lutfi.

“MYF selaku Bupati Kebumen periode 2016-2021 bersama-sama dengan HA menerima hadiah atau janji, padahal diketahui atau patut diduga  bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu  dalam jabatannya, atau karena telah melakukan tau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangn dengan  kewajibannya terkait dengan pengadaan barang dan jasa  dana APBD Kebumen TA 2016,” terang juru bicara KPK Febri Diansyah, dalam konferensi pers di kantor KPK Jakarta, Selasa (23/01) petang.

Atas perbuatannya, sebagai pihak penerima suap, yahya dan Hojin disangka melanggar Pasal 12 huruf a  atau pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUIHPidana.

Sementara dalam kasus penerimaan gratifikasi, keduanya dijerat dengan Pasal 12 huruf B UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUIHPidana.

Di lain pihak, atas perbuatannya memberikan uang suap dan gratifikasi, Khayub disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf  b atau Pasal 13 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUIHPidana.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hariman Kaimuddin


Comment

Loading...