Demokrat Sarankan Kasus Ulama Diselesaikan Lewat Tabayun

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kasus kriminalisasi terhadap ulama akhir-akhir ini makin marak. Tak sedikit ulama yang dijadikan tersangka oleh aparat penegak hukum atas isi ceramah mereka.

Bahkan, penanganan kasus ulama jauh berbeda dengan penanganan terhadap kasus ujaran kebencian yang dilakukan oleh pilitisi di bangsa ini. Kasus ujaran kebencian yang dilakukan politisi bisa ditunda oleh penegak hukum dengan dalih menggangu proses Pilkada dan sebagainya.

Wakil Ketua Pembina Partai Demokrat, Agus Hermanto menyarankan agar aparat penegak hukum bisa menyelesaikan masalah hukum yang dijerat kepada ulama melalui tabayun.

“Menutur kami dugaan-dugaan kecurigaan , bahkan hal-hal yang menuju ke arah dugaan tadi kita harus betul-betul tabayun,” kata Agus Hermanto di Gedung DPR RI, Selasa (23/1).

Tak hanya itu, Wakil Ketua DPR RI ini juga menyarankan agar kesalahan yang ditudukan atau disangkakan kepada ulama ini harus dilihat berulangkali, tidak boleh disamakan dengan yang lain.

“Betul-betul harus kita lihat, mungkin kalau dengan saya bisa dilihat sekali dua kali, tapi dengan ulama bisa berpuluh-puluh kali. Ditinjau berulang kali dan sebagainya, karena yang kita ketahui ulama itu umatnya jauh lebih banyak daripada kita-kita ini,” ujarnya.

Dikatakan Agus, ulama-umara dan politisi harus kerja sama dalam membangun bangsa ini, karena tiga komponen ini memiliki pengikut yang banyak, terutama ulama dan umara.

“Ulama juga mempunyai pengikut, umara pun demikian. Politisi pun juga punya pengikut sehigga seluruhnya harus bekerja sama, antara ulama dan umara dan memang kita lihat bahwa semua masyarakat kita itu, kalau dengan ulama justru paling patuh dalam kita melaksanakan kehidupan berbangsa dam bernegara dengan arahan-arahan ulama tersebut,” jelasnya.

Untuk itu, politisi Demokrat ini meminta agar aparat penegak hukum bisa melihat masalah ini dengan baik, karena saat pengikut ulama tersebut merasa di kriminalisasi, maka akan berdampak pada kehidupan berbangsa.

“Karena kalau ulamanya nanti terkena suatu masalah, nanti dampaknya akan jauh lebih besar. Sehigga kita betul-betul klarifikasi, cek n ricek, betul-betul sangat konten dan sangat-sangat survive gitu,” tutupnya. (Aiy/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...