Pakai Nangis-nangis Ditelpon, Kabari Adik Korban Ditilang, Padahal tidak Ada Adik

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, TANJUNG SELOR – Kasus penipuan melalui telepon kembali mengincar korbannya. Kali ini penipu dari balik telepon itu berusaha meyakinkan korbannya dengan mengaku berada dalam bahaya. Sehingga meminta tolong untuk dibebaskan. Kejadiannya Senin (22/1) sekira pukul 11.29 Wita.

Hal itu dialami Hesti, warga Jalan Padaelo, Kelurahan Tanjung Selor Hilir. Kepada Kaltara Pos, Hesti mengaku ditelepon seseorang dengan nomor baru di ponselnya. “Saya ditelepon sekitar jam sebelas, sambil nangis-nangis untuk dibebaskan,” ungkap Hesti kepada Kaltara Pos, kemarin (22/1).

Di balik suara itu, ada suara anak laki-laki kecil yang tengah menangis dan mengaku itu adalah adik Hesti yang tengah ditahan polisi karena melanggar aturan. Sehingga orang itu meminta Hesti membebaskan dengan memberikan jaminan.

Namun Hesti sendiri tak memiliki adik laki-laki. Sehingga dia merasa ada yang tidak beres dari pelaku. “Katanya ditilang tapi saya tidak percaya dan saya tidak punya adik laki-laki, hanya adik perempuan saja,” tuturnya.

Namun Hesti mengaku masih melayani orang tersebut hingga cukup lama bicara. Hesti sendiri sempat menanyakan posisi anak tersebut. Pelaku tapi tak menjelaskan di mana anak itu ditilang, hanya saja mengatakan sedang berada dikantor polisi.

Intinya dari percakapan itu, pelaku meminta korbannya membebaskan anak itu dan meminta sejumlah uang sebagai tebusan. Hesti sendiri masih menyimpan nomor kontak yang menelponnya, yaitu 081265322019. “Anaknya tidak bilang di mana posisi betulnya, yang jelas dia bilang saya lagi sama polisi,” ucapnya.

Tak mau percaya kata-kata pelaku dari balik telepon, Hesti lalu mendatangi kantor kepolisi untuk mengecek kebenarannya. Sebab jika dibiarkan, maka dikhawatirkan akan ada korban yang teperdaya. Namun ternyata tak didapati yang dikatakan pelaku di kantor polisi.

Atas kejadian itu, pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat menghindar jika ada penelepon gelap yang menawarkan atau meminta yang tidak-tidak. Karena bisa jadi itu adalah modus untuk memeras dan meminta uang kepada korbannya.

“Seperti kasus itu sudah sering terjadi. Makanya kita minta masyarakat waspada, jangan terlalu percaya,” ujar Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry melalui Ps Kasubag Humas Polres Bulungan Aiptu Tutut Murdayanto.

Dia mengatakan, Sat Reskrim juga sudah berupaya untuk memberikan respons kepada masyarakat yang melapor. Saat ini juga kepolisian sedang gencar melakukan pendekatan kepada warga.

Dengan imbauan untuk melaporkan setiap kejadian yang dialami masyarakat agar dapat dibantu memecahkan masalahnya. “Kami sedang melakukan pengembangan dan penyelidikan setiap laporan yang masuk kepada kami,” tutupnya.(mul)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...