Intimidasi Warga, ASN Diadukan ke Panwaslu Wajo

Kamis, 25 Januari 2018 - 11:14 WIB

FAJAR.CO.ID, WAJO — Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Wajo harus menjaga netralitasnya jelang pilkada. Sebab jika tidak, mereka harus siap-siap menjalani sanksi tegas sesuai aturan.

Seperti dialami dua ASN yang kini dugaan keberpihakannya sedang diproses oleh Panwaslu, setelah dilaporkan oleh Tim Hukum Pasangan Amran Mahmud-Amran SE (PAMMASE) melaporkan dua Aparatur, Rabu (24/1/2018).

ASN tersebut bertatus sebagai pengawas sekolah dan penilik. Mereka diketahui bagian dari kandidat tertentu setelah diduga melanggar aturan karena memosting gambar kandidat ke media sosial.

“Sedangkan penilik dilaporkan karena mengintimidasi warga di Kecamatan Maniangpajo untuk melepas alat kampanye PAMMASE di kendaraan,” Tim Hukum PAMMASE, Abd Aziz, Kamis (25/1/2018)

Mengacu pada aturan, hal tersebut merupakan pelanggaran undang-undang karena ASN dilarang terlibat dalam politik. “UU No 16 tahun 2016 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota, bahwa ASN dilarang berpolitik praktis. Dan sudah pidana kalau mengintimidasi,” kata Azis.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Wajo, Andi Bau Mallarangeng mengatakan, pihaknya akan mengkaji laporan tersebut.

“Kita kaji dulu, apakah memenuhi syarat materil dan formil. Kalau sudah memenuhi syarat, kami terbitkan bukti penerimaan laporan dilanjutkan dengan permintaan klarifikasi dan menghadirkan saksi-saksi,” janji Andi Bau Mallarangeng. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.