Giorby Dwi Reyasa, Bayi Baru Lahir Terbesar di Sidoarjo

Jumat, 26 Januari 2018 - 13:12 WIB
bayi besar di sidoarjo, jawa timut. (foto: jpg)

Giorby Dwi Reyasa lahir dengan bobot 6,4 kilogram dan panjang 55 sentimeter. Dia menjadi bayi baru lahir terbesar selama proses persalinan di RSUD Sidoarjo, Jawa Timur.

==================

SAAT dibawa pulang oleh orang tuanya, Yuni Setyaningsih dan Abdul Mu’id, kemarin (25/1), berat badan Giorby tetap sama.

Giorby terlihat mencolok jika dibandingkan dengan bayi-bayi lain. Yuni dan Mu’id tidak menduga putra keduanya bakal seberat itu.

Mereka mengira anaknya tersebut lahir dengan berat yang tidak jauh berbeda dengan kakaknya. Si sulung Amanda Putri Andiri lahir dengan berat 4,5 kilogram pada 8 Agustus 2014.

Saat melakukan USG pada usia kehamilan sembilan bulan, dokter menyampaikan bahwa ada kemungkinan Giorby juga lahir dengan berat sekitar 4 kg.

Ternyata, perkiraan itu meleset. Giorby yang lahir pada 10 Januari melalui operasi Caesar tersebut memiliki berat 6,4 kilogram. Bobot tubuh itu biasa dimiliki bayi usia 3 bulan.

Setelah dimandikan, Giorby tidak lagi memakai pakaian bayi pada umumnya.

Saat dibawa pulang, dia memakai kaus tanpa lengan dengan setelan celana berbahan denim lembut. Tanpa dibedong. Padahal, bayi-bayi sepantarannya masih menggunakan bedong.

Yuni mengatakan, saat hamil, porsi makannya biasa saja. Bahkan, dia sempat diet, mengurangi porsi makan karena bayi dalam kandungannya tergolong besar.

“Makan nasi sehari dua kali,” katanya. Tapi, Yuni gemar sekali mengonsumsi air es. Setiap kali minum, dia selalu menggunakan air es.

Selain itu, perempuan asli Sidoarjo tersebut gemar ngemil. “Senang ngemil kerupuk pasir,” imbuh Mu’id menimpali.

Mu’id bercerita, menurut dokter, istrinya memang berbakat memiliki anak besar. Bisa jadi, anak ketiga mereka nanti memiliki berat badan lebih dari Giorby.

Saat hamil, berat badan Yuni 99 kilogram, naik 19 kg dari sebelum hamil. Perutnya terlihat besar. Banyak orang yang mengira dia hamil anak kembar. “Setelah lahiran, sekarang berat saya 85 kilogram,” ujar perempuan 32 tahun warga Tanggulangin itu.

Yuni mengungkapkan, tidak ada riwayat sakit seperti diabetes. Saat melahirkan, dia dirawat seperti ibu lain.

Setelah empat hari di rumah sakit, dia diperbolehkan pulang. Tapi, Giorby masih harus menjalani perawatan di neonatal intensive care unit (NICU).

“Bayi sempat sesak karena ketuban ibu saat itu keruh dan kehijauan,” kata Kepala Perawat Instalasi Peristi Bayi Siti Yunaria.

Selama sepekan Giorby dirawat di NICU. Setelah itu, dia dirawat di ruang perawatan bayi. Setelah kondisinya dinyatakan stabil, dia pun diperbolehkan pulang ke rumah bersama keluarga kemarin.

Yunaria mengingatkan kepada Yuni dan Mu’id untuk mematuhi jadwal kontrol di rumah sakit. Bayi dengan tubuh besar memerlukan pemantauan ekstra, terutama kadar gula dalam darahnya. (fajar/jpg/jpnn)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.