Ini Kronologi Pemukulan KH Umar Basri Didalam Masjid

Sabtu, 27 Januari 2018 15:57
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, BANDUNG – KH Umar Basri dianiaya di dalam masjid Al-Hiadayah Santiong, Kampung Sentiong, Desa Cicalengka Kulon, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Sabtu (27/1/2018) sekitar pukul 05.30 WIB.Kiyai yang akrab disapa Ceng Emon itu ditinju dan ditendang berkali-kali hingga babak belur. Wajahnya memar dan hidungnya mengeluarkan banyak darah. Kiyai berusia 60 tahun itu sempat tak sadarkan diri.Siapa yang pukul KH Umar Basri dan bagaimana kejadiannya? Saksi mata menceritakan bahwa kiyai sepuh itu dipukul orang tak dikenal.Saksi menceritakan kronologi pemukulan KH Umar Basri. Awalnya, pengasuh Pesantren Santiong Cicalengka itu melaksanakan ibadah shalat Subuh bersama para santri. Pelaku juga diduga ikut melaksanakan shalat Subuh berjamaah.Setelah selesai shalat Subuh, para santri meninggalkan masjid. Hanya KH Umar Basri yang tinggal di dalam masjid bersama pelaku.Saat itu, Ceng Emong sedang duduk wirid atau berzikir seusai melaksanakan salat Subuh berjamaah. Suasana di dalam masjid saat penganiayaan terjadi sedang sepi, karena seluruh santri telah kembali ke pondok masing-masing setelah salat Subuh.KH Umar Basri kemudian melakukan zikir. Selanjutnya lampu dimatikan. Tiba-tiba Umar Basri diserang pria tak dikenal. Ia ditinju dan dipukul berkali-kali.Pukulan tangan kosong bertubi-tubi mengarah ke wajah sang kiai. Pelaku juga menendang kotak di dalam masjid.“Pelaku menendang kotak kayu tempat azan. Sambil mengatakan ieu mah pinerakaeun, nu di dieu mah pinerakaeun kabeh (ini mah neraka, yang di sini neraka semua,” jelas saksi di Masjid Al Hidayah yang enggan disebutkan namanya.

Bagikan berita ini:
4
10
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar