Dishub Sulsel Batasi Jumlah Taksi Online

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel telah resmi membatasi jumlah taksi online. Angkutan dengan aplikasi ini hanya diberi jatah 6.963 unit.

Tentu, ini akan berdampak. Disinyalir, puluhan ribu pengemudi taksi daring beroperasi di Sulsel saat ini.

Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Ilyas Iskandar, mengatakan, jatah ini terbagi untuk semua kabupaten kota. Khusus di kawasan Makassar, Gowa, Maros dan Takalar mendapat kuota sebanyak 5.048 unit.

Ilyas merinci, Makassar dapat jatah paling besar. Total yang dibolehkan sebanyak 2.958 unit. Sementara Gowa 862 unit, Takalar 268 unit, dan Maros sebanyak 960 unit.

“Kuota kebutuhan angkutan daring ini sudah resmi tertuang di SK Gubernur Nomor 228/01/Tahun 2018,” ujar Ilyas yang dihubungi FAJAR, Jumat malam kemarin.

Tak hanya wilayah Mamminasata, beberapa daerah lain juga mendapat jatah. Misalnya saja kota Palopo, kuota kebutuhan angkutan daringnya yakni 58 unit. Sementara Luwu Timur mendapat jatah 94 unit.

Kata Ilyas, di wilayah Luwu Raya saat ini juga sangat banyak angkutan daring yang beroerasi. Hasil temuannya, ada lebih dari 800 angkutan, makanya Dishub Sulsel juga memberi batasan di wilayah tersebut.

Dengan berlakunya aturan kutota kebutuhan ini, pihaknya sudah punya dasar untuk membatasi izin angkutan daring. Khususnya di wilayah Makassar, yang jumlahnya diprediksi lebih dari itu.

Kata dia, mereka saat ini mesti punya izin resmi dan bernaung di bawah badan hukum. Izinnya dikeluarkan oleh Badan Penanaman Modal dan PTSP Sulsel. “Setelah ini lengkap mereka juga wajib uji KIR,” tegasnya.

Setelah itu, angkutan yang masuk kategori sewa khusus ini wajib punya stiker yang disediakan oleh dishub. Ada stiker khusus yang ditempel di kaca bagian depan serta belakang kaca mobil. (ful/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...