Kapolda Jabar: Penganiaya KH Umar Basri Adalah Warga Garut

  • Bagikan
Kapolda Jawa Barat, Irjen Agung Budi Maryoto (pegang mik) dalam rilis penganiayaan Ponpes Al Hidayah KH Umar Basri di Mapolres Ciko, Minggu (28/1). (Foto: Cecep/radarcirebon.com)

FAJAR.CO.ID — Terduga pelaku penganiaya KH Umar Basri, pimpinan pondok pesantren Al Hidayah, Cicalengka, Bandung, telah ditangkap polisi.Terduga pelaku ditangkap jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskim) Polres Bandung dan Ditreskrimum Polda Jabar. Kabar tersebut dibenarkan Dirreskrimum Polda Jawa Barat Kombes Pol Umar Surya Fana.Dalam keterangannya kepada penyidik, pelaku mengakui perbuatannya. Hal itu didukung dengan luka memar di tangan pelaku. “Kita juga sedang visum tangan yang bekas mukul, karena dia ngaku habis mukulin orang,” lanjut Umar.Kapolda Jawa Barat, Irjen Agung Budi Maryoto, memaparkan, penangkapan terhadap pelaku itu hanya beberapa jam usai menganiaya salah satu ulama di Jabar tersebut. “Salah satu santri melihat pelaku masuk ke masjid setelah salat Subuh dan paginya korban ditemukan sudah dalam kondisi terluka,” ujarnya di Mapolres Cirebon Kota, Minggu (28/1/2018).Pelaku berinisial A itu adalah warga asal Garut, Jawa Barat. “Pelaku yang berhasil diamankan berinisial A, 50 tahun, pria asal Garut, Jawa Barat,” terangnya.Seperti diberitakan, KH Umar Basri atau Ceng Emon Sentiong dianiaya pelaku, kemarin (Sabtu, 27/1/2018). Kejadian bermula saat pimpinan ponpes Al Hidayah itu sedang melakukan zikir seusai melaksanakan salat Subuh.Kekerasaan ini dimulai setelah lampu masjid Al Hidayah dimatikan oleh santri pondok. Tak berselang lama pelaku membabi buta menukul pria 60 tahun tersebut.

  • Bagikan