Banyak Polisi dan TNI di Kabinet, Apa yang Salah?

Senin, 29 Januari 2018 16:58

Menurut Junimart, banyak anggota Polri dan TNI berada dalam struktur kementerian. Nah menjadi pertanyaan apakah itu lantas disebut bermain politik. Jawabannya adalah tidak.”Banyak Polisi dan TNI di Kabinet Apa yang Salah?Jadi kalau tidak boleh tunjukan pasalnya,” pungkasnya.Sebelumnya, Irjen Pol I‎riawan diusulkan sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat, mengisi posisi yang ditinggalkan Ahmad Heryawan mulai 13 Juni 2018.Sementara, Irjen Pol Martuani Sormin disiapkan mengisi posisi Penjabat Gubernur Sumut menggantikan Tengku Erry Nuradi yang habis masa jabatannya pada 17 Juni 2018.Mendagri Tjahjo Kumolo berlasan‎ sengaja meminta penjabat kepala daerah dari unsur Polri dan TNI, karena untuk menjaga daerah-daerah yang dianggap memiliki tingkat kerawanan tinggi, terutama saat Pilkada serentak 2018.Selain itu, ada alasan lain yang menjadi dasar Mendagri Tjahjo Kumolo. Yakni pada 2017 pihaknya juga menunjuk Penjabat Gubernur Sulawesi Barat dijabat Irjen Pol Carlo Brix Tewu, dan di Aceh diisi oleh Mayor Jenderal TNI Soedarmo. (Fajar/JPC)

Bagikan berita ini:
10
6
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar