Wajibkan Pramugari Berhijab, Bupati Aceh Besar: Islami dan Sopan Kan Bagus

Selasa, 30 Januari 2018 22:06

FAJAR.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar punya alasan mewajibkan pramugari maskapai penerbangan berbusana muslim. Salah satunya untuk menerapkan syariat Islam.”Sejak 2001 ada undang-undang yang mengatur tentang pelaksanaan syariat Islam. Sekarang sudah kami laksanakan secara menyeluruh, salah satunya soal busana termasuk pramugari maskapai penerbangan,” tutur Bupati Aceh Besar, Mawardi, kepada wartawan di kediamannya, Lambaro Aceh Besar, Aceh, Selasa (30/1/2018).

Bupati Aceh Besar, Mawardi. (Foto: Murti Arti Lingga/JawaPos.com)
Mawardi menuturkan, ihwal aturan itu Pemerintah Aceh Besar ingin seluruh pramugari masakapai penerbangan telihat lebih sopan, islami dengan berhijab atau berbusana muslimah.”Generasi (muda) kita ada yang mengidolakan pramugari baik penampilan dan lainnya. Kami harus perhatikan itu. Kalau mereka itu tampilannya lebih islami dan sopan, itu kan lebih bagus,” terang Mawardi.Dia menjelaskan, sebelum memberlakukan aturan tersebut pihaknya sudah terlebih dahulu menyurati semua maskapai penerbangan yang membuka rute ke Aceh Besar, Aceh di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM). Ini dilakukan agar edaran tersosialisaikan dan tidak jadi masalah ke depannya. “Sudah kami surati. Respons mereka baik dan positif. Tidak protes atau yang mempermasalahkannya,” tambahnya.Aturan berhijab bagi pramugari itu tertuang dalam surat bernomor 451/65/2018 dan diterbitkan pada Kamis (18/1) lalu. Dalam surat tertulis, seluruh maskapai agar menghormati syariat Islam yang berlaku di Aceh. Ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 44/1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Keistimewaan Aceh. (fajar/JPC)

Bagikan berita ini:
2
4
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar