Lima Kampus Top Dunia Segera Buka Cabang di Jakarta

FAJAR.CO.ID — Kemenristekdikti membuka akses yang seluas-luasnya kepada kampus asing untuk membuka kelas di Indonesia. Dalam waktu dekat, kementerian yang dipimpin Mohamad Nasir itu menargetkan, ada lima kampus mancanegara yang membuka cabang di Jakarta.

“Animo universitas di luar negeri untuk membuka cabang di Indonesia cukup besar. Yang antre sudah banyak,” katanya di Jakarta kemarin (29/1/2018).

Akses untuk masuknya kampus asing ke Indonesia sejatinya sudah terbuka beberapa tahun lalu. Sejak diterbitkannya UU 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi. Namun, sampai saat ini tidak ada satu pun universitas mancanegara yang membuka kelas di Indonesia.

Saat melakukan kunjungan kerja ke Inggris beberapa waktu lalu, Nasir mendapati bahwa minat kampus di sana untuk masuk Indonesia sebenarnya cukup besar. Namun, mereka tidak juga masuk karena ada beberapa hal yang masih menyulitkan.

Salah satu kampus terbaik di dunia yang ada di Inggris, Cambridge University, termasuk yang tertarik.

“Untuk membuka kelas di Indonesia, kampus asing wajib bekerja sama dengan perguruan tinggi swasta (PTS) lokal. Sehingga jatuhnya nanti kampus asing itu tetap berstatus kampus swasta,” ujarnya.

Selain harus bekerja sama dengan kampus lokal, pada tahap awal kampus asing itu hanya bisa membuka cabang di Jakarta. “Kita batasi dulu lima sampai sepuluh PTA (perguruan tinggi asing, Red),” katanya.

Daerah lain yang menyusul adalah Surabaya, Medan, dan Makassar. Tetapi, akan dikaji mendalam oleh Kemenristekdikti.

Nasir berharap masuknya kampus asing itu bisa mendorong kampus-kampus dalam negeri meningkatkan kualitasnya. Karena itu, kampus asing yang masuk harus punya kualifikasi bagus. Akan ada proses penyaringan.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kampus asing yang di negaranya sendiri tidak dikenal tapi membuka cabang di Indonesia.

Untuk melindungi kampus dalam negeri, Kemenristekdikti akan memasang sejumlah rambu-rambu. Ketentuan tersebut diambil untuk memastikan keberadaan kampus asing bisa mengakselerasi perkembangan dunia pendidikan di tanah air. Salah satunya mengatur jurusan atau program studi yang dibuka adalah rumpun STEM (science, technology, engineering, math).

Dunia pendidikan tinggi tanah air, lanjut Nasir, tidak perlu risau dengan rencana masuknya kampus asing. Di negara tetangga, banyak kampus hebat karena ditopang sumber daya asing. Salah satunya National University of Singapore (NUS). Di kampus itu banyak mahasiswa asal Indonesia. “Di sana 40 persen dosen berasal dari luar negeri. Mahasiswa asingnya juga banyak,” papar Nasir. (wan/c10/ang)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi

Comment

Loading...