19 Balita Penderita Gizi Buruk Dirujuk dari Puskesmas ke RSUD

Kamis, 1 Februari 2018 - 21:37 WIB

FAJAR.CO.ID, WONOGIRI – Mencuatnya kasus 20 balita yang mengalami gizi buruk langsung mendapat respons dari pemkab. Balita-balita malang tersebut dirujuk ke RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri Adhi Dharma mengatakan bahwa atas perintah Bupati Joko Sutopo, balita gizi buruk tersebut dirujuk ke RSUD untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Bila perlu mendapatkan perawatan lanjutan sebaik mungkin. “Mereka datang didampingi petugas puskesmas masing-masing,” kata Adhi Dharma, Kamis (1/2).

Adhi Dharma mengatakan, dari 20 balita yang menderita gizi buruk, baru 19 yang sudah dirawat di RSUD Wonogiri. Satu balita ikut orang tuanya merantau ke luar kota.  “Wilayah puskesmas terbanyak dengan kasus gizi buruk yakni Puskesmas Pracimantoro I ada empat pasien,” katanya.

Dari 20 balita penderita gizi buruk tersebut, 16 sisa kasus 2016,  satu kasus baru, dan lima kasus lama kambuh,  serta dua balita sembuh.  “Januari 2018 ada penambahan satu kasus baru dari wilayah Kecamatan Jatisrono,” katanya.

Hasil pemeriksaan dan review terhadap status gizi balita terhadap 19 balita  yang dirujuk puskesmas ke RSUD, tiga balita berubah status menjadi gizi kurang, satu balita dinyatakan sembuh. Para balita yang dirujuk tersebut, empat memiliki KIS, dan 15 balita belum memiliki jaminan kesehatan

“Jumlah balita gizi buruk ada 17 balita, dua balita harus rawat inap untuk penanganan lebih lanjut,  dan 15 balita dirawat jalan dan dilakukan tindakan di klinik tumbuh kembang anak RSUD Wonogiri,” katanya

Lebih detail dipaparkan Adhi Dharma, faktor pemberat dari 17 penderita kasus balita gizi buruk ini di antaranya ada yang berupa kelainan jantung bawaan satu balita,  down syndrome satu balita , TBC anak satu balita dan kasus stunting (proporsi tinggi balita menurut umur dinyatakan pendek) tiga balita. (Fajar/JPR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.