Menteri Amran Akui Harga Bawang Masih Bermasalah

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengakui harga bawang masih menjadi masalah besar saat ini, karena harga di lapangan jauh berbeda dengan harga di pasar.

Menurut dia, harga bawang saat ini sangat berat dan menjadi tugas utama pihaknya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kata Dosen Universitas Hasanuddin Makassar ini, harga yang di lapangan Rp 6-7 ribu per kilo, itu berubah drastis dengan harga di pasar.

“Harga bawang di pasar ini sangat berat, harus diselesaikan. Harga bawang itu Rp 6-7-8 ribu per kilo di lapangan, tapi berbeda jauh di pasar itu naik menjadi Rp 26-27 ribu per kilo,” kata Menteri Amran kepada awak media di Hotel Borobudur, usai menghadiri Rapat Kerja (Raker) Kementerian Perdagangan 2018, Kamis (1/2).

Kata Menteri Amran, masalah harga bawang yang tinggi ini harus diselesaikan bersama dengan pemanfaatan fasilitas produksi pertanian yang ada.

“Itu harus diselesaikan besrama. Semua fasilitas produksi pertanian sudah ada, jangan sampai harga jatuh dan jangan rugikan petani,” ucapnya.

Selain harga bawang yang tak berimbang ini, Pejabat asal Sulawesi Selatan ini juga membeberkan harga jagung di pasar. Dikatkannya, hasil pertanian dari petani Indonesia akan diserap oleh Pemerintah lewat Bulog, agar petani tidak merugi saat panen tiba.

“Untuk jagung itu harganya Rp 3.100 per kilo. Itu sesuai dengan kesepakatan tiga Kementerian, yakni Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian ESDM, dan Bulog harus menyerap sebanyak-banyaknya sesuai dengan permintaan Presiden Joko Widodo,” ungkapnya.

Menteri Amran juga mengakui, pihaknya sedanh menargetkan pembelian gabah untuk periode Januari hingga Juni nanti sebanyak 80 juta ton. (Aiy/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar