Parah! Meskipun Sudah Ditegur Ahok, Julianto Tio Tetap Seligkuhi Veronica Tan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Veronica Tan tidak hadir dalam sidang perdana perceraiannya dengan Ahok pada Rabu (31/1) kemarin yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Kuasa Hukum Ahok sekaligus adik kandung Ahok, Fifi Lety Indra Purnama, tidak mempermasalahkan ketidak hadiran Veronica. Pihaknya akan fokus menyiapkan seluruh materi yang diperlukan di persidangan.

Termasuk bukti kalau bahtera rumah tangga Ahok dan Vero kandas karena kehadiran orang ketiga, seorang pengusaha bernama Julianto Tio.

Fifi menjelaskan, hubungan terlarang Veronica Tan dan Julianto sudah berjalan hampir 7 tahun lamanya. Keduanya memulai perkenalan pada 2010 silam. Dari perkenalan itu, Julinto mulai terus-terus menghubungi Veronica.

Lambat laun, hubungan terlarang itu dicium oleh Ahok. Namun sikap Ahok masih bersabar, Ia masih memberikan teguran kepada Veronica.

”Ibu Vero meminta maaf ke Ahok dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Yaitu tidak berhubungan dengan Julianto,” ungkap Fifi.

Ahok pun memaafkan. Sayang, Vero ternyata mengulangi kesalahannya. Dia kembali berhubungan dengan Julianto.

Ahok bersama putra pertamannya, Nicholas Sean, lantas menemui Julianto. Mereka meminta Julianto tidak lagi berhubungan dengan Veronica. Sayang itikad baik Ahok bersama putranya itu tidak gubris oleh Julianto. Hubungannya dengan Vero terus berlanjut.

“Julianto Tio itu kenapa begitu tega, padahal Pak Ahok dan anaknya Nicholas Sean meminta tak berhubungan. Bahkan Bu Vero sudah meminta kepada Tio untuk tak berhubungan, tapi dia nekat mengganggu,” kata Fifi.

”Mereka (Julianto dan Veronica, Red) bertemu di Singapura pada 12 November 2017 lalu. Saat Ahok dalam kondisi di dalam penjara,” papar Fifi.

Saat itulah, kesabaran Ahok habis. Sudah berkali-kali tertangkap melakukan hubungan terlarang. Dalam kondisi Ahok dipenjara pun, Vero tetap tega mengkhianati suaminya. Ahok pun melayangkan gugatan cerai.

”Sebenarnya Ahok tidak ingin bercerai. Tapi mau gimana lagi, sudah berkali-kali ketahuan, dimaafkan, dan melakukan mediasi oleh tokoh agama, namun mereka tetap berhubungan,” paparnya.

Terkait hak asuh anak, Fifi berharap diberikan kepada Ahok. Namun, pihaknya tidak akan memaksakan. Biarkan anak-anak yang memutuskan. Toh, mereka telah dewasa.

Josefina A. Syukur, selaku tim kuasa hukum Ahok menambahkan, pertemuan Vero dan Julianto di Singapura sebenarnya berbarengan dengan acara keluarga Ahok.

Vero ke negeri Jiran itu bersama Fifi. Tidak diketahui apa yang dilakukan Vero dan Julianto dalam pertemuan tersebut.

Meski kecewa dikhianati, Ahok tidak pernah melaporkan hak itu ke polisi. Sebab Ahok ingin menyelesaikan masalah tersebut dengan baik-baik.

Humas PN Jakarta Utara Jootje Sampaleng mengatakan, persidangan akan dilanjutkan pekan depan. Dengan agenda pemanggilan penggugat dan tergugat.

Prosesnya akan sama dengan sidang gugatan perceraian lainnya. Tidak ada keistimewaan. Sidang akan dipimpin oleh mejelis hakim Sutaji, Ronald Salnofrin, dan Taufan Mandala.

Jootje tidak mempermasalahkan ketidakhadiran penggugat dan tergugat. Yang terpenting ada yang mewakili. Seperti diwakili oleh kuasa hukum.

Namun, sampai saat kemarin, kuasa hukum pihak Veronica belum berkoordinasi dengan pengadilan.

”Kalau tidak ada yang mewakili atau permohonan dari pihak tergugat, Veronica harus menghadiri sidang,” katanya.

Meski pihak Ahok menyatakan telah ada proses mediasi, berkali-kali pula, pengadilan akan tetap mengagendakan mediasi.

Mediasi dilakukan secara fleksibel. Baik terkait penentuan mediator dan lokasi mediasi. ”Yang pasti mediasi harus dilakukan. Karena bagaimana pun kami ingin mereka bisa berdamai,” paparnya. (ian/ang)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar