Survei Populi, Agus-TBL Gerus Elektabiltas NH-Aziz dan IYL-Cakka

Kamis, 1 Februari 2018 - 15:32 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Jelang pemilihan gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan 2018, elektabilitas pasangan Prof. Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) masih tertinggi diantara calon lainnya. Namun, ada menarik pada survei tersebut.

Kehadiran paket Agus – TBL mengganggu elektabilitas Nurdin Halid – Abd Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) dan Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL-Cakka).

Pada survei pertama yang dilakukan Populi Center November 2017 menempatkan Prof Andalan berada dalam posisi teratas dengan raihan 31,6 persen.

Dan kedua yakni di Januari 2018 yang di rilis pada 1 Februari 2017. Dimana pasangan Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman mengalami peningkatan menjadi 32 persen.

Namun, di survei populi yang pertama nama Agus Arifin Numang -Tanribali Lamo (Agus – TBL) belum masuk. Dan yang ada hanya 3 pasangan yakni Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman (Ptof Andalan/NA-AS), Nurdin Halid – Abd Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), dan Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL-Cakka).

Dari simulasi 2 Survei Populi Center, membuktikan, ternyata dengan hadirnya paket Agus – TBL ini justru semakin menggerus hasil eletabilitas pasangan NH -Aziz dan IYL – Cakka.

Hal itu terbukti dari hasil survei elektabilitas NH – Aziz yang dilakukan Populi sebelumnya di November 2017. Secara elekatbilitas, pasangan NH – Aziz meraih sekitar 28,9 persen sedangkan di Survei Januari 2018 justru menurun sebanyak 11,9 persen atau tinggal 17 persen.

Sama halnya dengan IYL Cakka, sebelum hadirnya Agus – TBL, di survei populi sebelumnya masih berada di angka 24,3 persen, dan langsung menurun pada hasil survei Januari tinggal 21 persen (turun 4 persen).

Ini membuktikan, bahwa hadirnya pasangan Agus – TBL di Pilgub Sulsel membuat eletabilitas pasangan NH -Aziz dan IYL – Cakka semakin tergerus menurun. Sedang bagi Pof Andalan justru mengalami kenaikan.

Sekedar diketahui, Survei Populi Center terbaru yang dilakukan selama 7 hari ini dimulai sejak 15 Januari hingga 22 Januari 2018 dan bertempat di 80 desa/ kelurahan se Sulawesi Selatan.

Metode wawancara yang digunakan yakni dengan cara tatap muka dengan responden. Survei yang dilakukan kepada 800 responden ini dipilih dengan cara metode acara bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error +/- 3,39% dan tingkat kepercayaan 95%.

Menurut Populi Center, dalam riset mereka di Pilgub Sulsel ini mwnyebutkan, jika tingkat kemantapan pilihan masyarkat Sulsel sudah terbilang tinggi yakni pada angka 52,8 persen.

Sementara itu, persentase responden yang mengaku masih mungkin berubah dengan pilihannya tercatat 24,4 persen. Hal ini berarti masih terbuka peluang bagi pasangan calon untuk meningkatkan elektabilitasnya dari kategori masyarakat yang mengatakan masih belum mantap dengan pilihannya tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *