Ini Kesamaan Pelaku Penganiayaan KH Umar Basri dan Ustaz Prawoto

Jumat, 2 Februari 2018 - 09:29 WIB

BANDUNG – Kasus penganiayaan pengasuh pondok pesantren Al Hidayah Cicalengka Kabupaten Bandung, KH Umar Basri dan pembunuhan Ustaz Prawoto hanya berselang lima hari.

KH Umar Basri dianiaya di dalam masjid usai shalat Subuh pada Sabtu pagi (27/1/2018). Sedangkan Ustaz Prawoto dianiaya dan dibunuh oleh tetangganya sendiri pada Kamis pagi (1/2/2018).

Anehnya, penganiayaan yang dialami KH Umar Basri dan pembunuhan Ustaz Prawoto memiliki banyak kesamaan.

Pertama, korban sama-sama dianiaya oleh pelaku bernama Asep. Kedua, pelaku sama-sama mengalami gangguan kejiwaan. Ketiga, korban dianiaya saat Subuh. keempat, korban sama-sama ulama asal Bandung, Jawa Barat.

Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo mengatakan, Prawoto dibunuh oleh tetangganya bernama Asep Maftuh (45) di Blok Kasur RT 1/5, Kelurahan Cigondewah Kidul, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung.

Kejadian berawal saat pelaku Asep menggedor rumah Ustaz Prawoto menggunakan pipa besi. Komandan Brigade Pengurus Pusat Persatuan Islam (PP Persis) itu kemudian menegur pelaku.

Teguran korban membuat pelaku emosi. Pelaku mengejar korban sambil membawa potongan pipa besi. Korban dikejar hingga 500 meter dan terjatuh di depan warung milik Eni.

Pelaku kemudian menganiaya korban di bagian kepala dan tangan hingga tak berdaya. Akibatnya, kepala korban bocor dan mengalami patah tulang.

“Pelaku memukuli korban beberapa kali yang mengakibatkan korban mengalami luka patah tangan kiri dan luka terbuka di kepala,” ucap Hendro di lokasi kejadian.

Sementara KH. Umar Basri dianiaya oleh Asep (50) warga Kabupaten Garut, Jawa Barat. Umar Basri dianiaya usai salat subuh di masjid.

Hasil pemeriksaan polisi dari sejumlah saksi, sebelum pelaku menganiaya Kiai Umar, dia melakukan salat Subuh berjamaah. Namun, salat subuhnya itu dilakukan sebanyak tiga rakaat, yang seharusnya dilaksanakan dua rakaat

Sebelum melakukan pemukulan terhadap Kiai Umar, pelaku kerap mondar-mandir didalam Masjid Al Hidayah bagai orang kebingungan.

Saat polisi melakukan pemeriksaan, Asep menunjukkan gelagat seperti orang mengalami gangguan jiwa alias gila. Setiap kali ditanya penyidik, Asep memberikan jawaban yang tidak sesuai apa yang ditanyakan.

Untuk memastikan mengenai kejiwaan Asep, polisi membawa Asep ke Rumah Sakit Polri Sartika Asih Bandung guna dilakukan observasi oleh psikolog. (fajar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *