Kasus Pengeroyokan, Tiga Wanita Cantik di Palopo Dituntut 10 Bulan

Sabtu, 3 Februari 2018 - 04:44 WIB
tiga wanita cantik yang dituntut 10 bulan. (foto: palopo pos/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID — Mutiara alias Tiara (18), Anita Ansar alias Anita (18), dan Lilis Paelongan alias Iis (20), yang melakukan pengeroyokan di jalan lingkar, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palopo, Erlysa SH, dengan pidana penjara masing-masing selama 10 bulan.

Sidang tuntutan tersebut digelar di Pengadilan Negeri Palopo, Rabu 31 Januari 2018 lalu. Menurut Jaksa PU telah
membuktikan para terdakwa benar melakukan tindak pidana sesuai pasal 170 ayat 1 KUHP.

Dalam isi tuntutan yang dibacakan jaksa dihadapan Majelis hakim yang diketuai Arief Winarso SH didampingi
Raden Nurhayati SH dan Beauty D Simatauw SH. Menyatakan ketiga terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak
pidana secara terang-terangan dan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap korban Yuni Mandasari.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Mutiara alias Tiara, Anita Ansar alias Anita dan Lilis Paelongan alias Iis.
Dengan pidana penjara selama 10 bulan dikurangi selama terdakwa berada didalam tahanan. Dan menyatakan
barang bukti satu buah helm dirampas untuk dimusnahkan,” papar jaksa Erlysa.

Atas tuntutan tersebut jaksa sudah mempertimbangkan beberapa hal diantaranya hal yang memberatkan yaitu
perbuatan para terdakwa meresahkan masyarakat dan akibat perbuatan tersebut mengakibatkan korban
mengalami luka. Sementara hal yang meringankan yaitu para terdakwa sopan selama sidang, mengakui
perbuatan dan sudah berdamai.

Setelah pembacaan tuntutan majelis hakim akhirnya menunda sidang dan akan mengagendakan kembali pekan
depan untuk mendengarkan putusan. “Sidang akan dilanjutkan lagi pekan depan untuk agenda putusan,” tutup
hakim.

Diketahui kembali, ketiga terdakwa melakukan perbuatan penganiayaan kepada korban Yuni Mandasari pada
bulan November 2017 lalu. Bertempat di jalan Baru Tanjung Ringgit, Kecamatan Wara Timur.

Berawal dari adanya permasalahan antar ketiga terdakwa dengan korban Sari, sehingga teman korban bernama
Sartika dan Hafid ingin membantu menyelesaikan. Kemudian temannya tersebut membawa korban ke rumah kost
yang mana merupakan kost dari ketiga terdakwa dan juga korban.

Setelah korban datang untuk membicarakan permasalahan yang terjadi malah ketiga terdakwa bertengkar mulut
dengan korban. Karena tidak mau ada keributan di kost, para terdakwa membawa korban ke jalan Baru Tanjung
Ringgit. Sesampainya di Tanjung Ringgit dan korban baru turun dari motor terdakwa Mutiara langsung memukul
korban menggunakan helm.

Para terdakwa lainnya juga langsung memukul pada bagian kepala dan kaki serta belakang korban hingga korban
terjatuh dan menangis. Selain itu, para terdakwa memaksa korban dan menarik bajunya untuk dibuka tetapi
korban bertahan untuk tidak mau membukanya. Tak lama kemudian ada ada warga melihat dan akhirnya melerai
kejadian itu. (udy/ikh)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.