Spanyol Serahkan Pria Rusia Terduga Penjahat Siber ke AS

Sabtu, 3 Februari 2018 23:49

FAJAR.CO.ID — Menurut keterangan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) dalam sebuah pernyataan(Jumat, 2/2), pria bernama Peter Levashov berusia 37 menjalankan botnet Kelihos, yakni jaringan dengan lebihdari 100.000 perangkat yang terinfeksi yang digunakan oleh penjahat siber untuk menyebarkan virus,ransomware, email phishing, dan serangan spam lainnya.Atas kasus tersebut, Levashov yang merupakan warga Rusia diekstradisi ke Amerika Serikat dari Spanyol jelangakhir pekan ini.Levashov membantah tuduhan tersebut dalam sebuah dakwaan delapan kali yang diajukan oleh seorang jurifederal di Connecticut pada bulan April tahun lalu. Dia juga melawan ekstradisi tersebut dengan mengatakankepada Pengadilan Tinggi Spanyol pada bulan September bahwa dia telah bekerja untuk partai Rusia RusiaVladimir Putin selama 10 tahun terakhir.Dimuat Channel News Asia, dia mengatakan kepada pengadilan bahwa penyidik ​​di Amerika Serikat akanmenyiksanya untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan politiknya jika dia dikirim ke sana untukmenghadapi tuntutan tersebut.Namun ekstradisi tetap dilanjutkan dan Levashov didakwa oleh jaksa Amerika Serikat yang menyebabkankerusakan yang disengaja pada komputer dan kecurangan kawat yang dilindungi. Hal itu membawa hukumanpenjara potensial hingga 52 tahun jika dia dinyatakan bersalah dalam persidangan.Levashov ditangkap saat berlibur di Barcelona bulan April lalu dan pada bulan Oktober. Pengadilan Tinggi Spanyolmengabulkan permohonan Amerika Serikat untuk mengekstradisi dia. (fajar/rmol)

Komentar