Yang Bikin Teror Tusuk Ban Kurang Waras

Minggu, 4 Februari 2018 - 22:04 WIB

FAJAR.CO.ID, KOTABARU – Siapa sangka aksi teror penusukan ban yang menggegerkan Kotabaru dua bulan terakhir diduga dilakukan pemuda kurang waras. Dugaan ini diungkapkan Polres Kotabaru kepada awak media, Jumat (2/2) sore.

Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto melalu Kasat Reskrim, AKP Suria Miftah Irawan mengatakan JL diduga kuat pelaku setelah kakak kandungnya, UD mengatakan rekaman CCTV pelaku tusuk ban mirip dengan adiknya. “Jadi kami kasih lihat rekaman CCTV. Kakaknya itu mengaku pria dalam rekaman memang mirip adiknya,” ujar Suria.

Dugaan itu diperkuat dengan keterangan warga yang sudah membandingkan rekaman CCTV dan sosok JL. Namun, JL tidak ditahan. “Karena sebenarnya JL ini mengidap gangguan mental. Semacam depresi,” kata Suria.

Dalam waktu dekat, Polres Kotabaru akan berkoordinasi dengan Pemkab Kotabaru melalui Dinas Sosial untuk pembinaan dan perawatan. “Dia juga tidak bisa bekerja dengan baik,” tambahnya.

Seperti diberitakan Radar Banjarmasin sebelumnya, JL ditangkap warga Kompleks Rumah 10 pada Rabu (31/1) malam sekitar pukul 22.00. JL ditangkap warga karena tindak-tanduknya yang dianggap mencurigakan. Polisi saat itu mengamankan JL karena dianggap mengganggu ketertiban umum.

Pemuda lajang berambut panjang itu bermula dari kekesalan warga atas maraknya aksi teror tusuk ban. Dalam kurun waktu dua bulan, lebih 100 motor ditusuk bannya. Satu ban ditusuk antara empat sampai dua puluh kali.

Kasus ini meledak pada Minggu (28/1) pagi. Setidaknya 36 unit motor di Kompleks Rumah 10 ditusuk bannya. Kerugian warga mencapai jutaan rupiah. Warga saat itu mendatangkan tukang tambal ban ke kompleks untuk mengganti ban dalam dengan yang baru.

Aksi yang sama juga terjadi di hari-hari berikutnya. Puluhan kendaraan di gang-gang ditusuk. Lubang tusukan kecil. “Mungkin dia pakai jeruji payung yang tajam,” kata Saleh tukang tambal ban yang kendaraannya juga jadi korban tusuk.

Saleh tegas menolak aksi teror itu disutradarai tukang tambal ban. Alasannya, aksi ini berisiko ketahuan dan juga kasar. “Tidak mungkin rasanya (ulah tukang tambal ban), soalnya terlalu kasar aksinya. Bikin geger,” ujarnya.

Aksi tusuk ban itu diduga dilakukan saat warga sedang terlelap. Incarannya adalah kendaraan yang berada di gang-gang pusat kota. Rata-rata memang warga Kotabaru yang tinggal di gang-gang padat penduduk sudah biasa memarkir kendaraan di halaman rumah, mudah dijangkau orang yang lalu-lalang.

Rabu pagi, Hamsan pensiunan pegawai Samsat yang tinggal di Gang Binjai Kelurahan Baharu Utara juga jadi korban. Empat kendaraan di halaman rumah berpagar tinggi miliknya kena tusuk puluhan kali. Tapi, aksi pelaku berhasil terekam kamera CCTV.

Sayang rekaman itu tidak memperlihatkan dengan detail wajah pelaku. Hanya tergambar pelaku berbadan kurus dan berambut gondrong. “Iya mirip. Tapi tidak berani saya memastikan,” kata Hamsan saat Radar Banjarmasin memperlihat foto JL yang sudah viral di Facebook saat ditangkap warga.

Ciri-ciri pelaku itulah yang membuat warga di Kompleks Rumah 10 memburu dan menginterogasi JL saat berkeliaran malam-malam di sana. Tapi, warga tidak menemukan satu pun bukti, baik alat yang digunakan untuk menusuk atau bukti lainnya.

Dari penelusuran Radar Banjarmasin, aksi teror itu berada di radius tiga kilometer di pusat kota. “Kalau memang dia pelakunya, ya sudahlah. Kasihan juga, dia memang kurang waras,” ujar Saniah Mahrita yang dua unit kendaraannya juga sempat kena tusuk.(zal/ma/dye)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *