Begini Kondisi Terkini Menag Lukman Setelah Digigit Ikan Pari

Senin, 5 Februari 2018 - 23:02 WIB

FAJAR.CO.ID — Kondisi Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifudin, semakin membaik setelah digigit ikan pari. Luka di kaki mulai sembuh dan masuk tahap pemulihan. Senin (5/2) Lukman pun tetap menyempatkan datang ke kantor.

Karo Humas Kementerian Agama (Kemenag), Mastuki mengatakan, menteri dari PPP itu sudah kembali beraktifitas setelah pulang dari Pulau Derawan, kendati belum sepenuhnya menjalankan kewajibannya sebagai pejabat negara.

“Alhamdulillah, pak menteri sudah bisa beraktifitas,” ungkap Mastuki kepada JawaPos.com, Senin (5/2).

Mastuki mengatakan, Lukman sempat masuk kantor Senin (5/2) pagi, tetapi tidak lama. Karena, menurut instruksi dokter, Lukman itu masih membutuhkan waktu pemulihan minimal satu hari atau setidaknya Selasa (6/2) baru kembali ke aktivitas normal.

Hal itu bertujuan itu sebagai langkah pencegahan rasa nyeri di kakinya timbul lagi. Menurut keterangan dokter jika kakinya terus mendapat tekanan berlebih karena melakukan aktifitas, maka berkemungkinan bengkak kembali.

“Tadi sudah sempat masuk ke kantor kemudian kata dokter disarankan istrahat biar lebih cepat normal agar tekanan kakinya tidak bengkak tidak beraktifitas dulu,” imbuh Mastuki.

Dengan kondisi kaki yang belum sepenuhnya pulih, tapi Menag menolak menggunakan alat bantu jalan seperti kursi roda maupun tongkat. Saat ini kaki Lukman masih dibungkus perban sebagai bagian pemulihan.

“Beliau tidak pakai kursi roda. (Kakinya) sudah normal tapi masih dalam kondisi perban,” pungkas Mastuki.

Sebelumnya, insiden dialami Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang tengah berlibur bersama keluarga di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau. Tak sengaja Lukman menginjak ekor ikan pari yang berduri dan beracun.

Seperti dilansir Berau Post (Jawa Pos Group), peristiwa itu terjadi di Sangalaki, salah satu pulau di Kepulauan Derawan, Berau, Kalimantan Timur. Akibatnya, Lukman mengerang kesakitan dan langsung dilarikan ke Puskesmas Pulau Derawan.

Tiba di puskesmas pukul 12.30 Wita, Lukman sudah tidak sadarkan diri. Empat perawat yang sudah menunggu langsung melakukan penanganan sementara. Setelah itu, Lukman mendapat penanganan lanjutan di RSUD dr Abdul Rivai, Tanjung Redeb. (sat/JPC)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *