Dicap Nakal, Anak 5 Tahun Dibakar dalam Ritual Voodoo

Senin, 5 Februari 2018 - 01:19 WIB
Rachel Hilaire dan Peggy LaBossiere hadir di Pengadilan Distrik Brockton. (Foto: AP)

FAJAR.CO.ID — Dua wanita dewasa, Peggy LaBossiere dan Rachel Hilaire, tega membakar seorang anak
perempuan berusia lima tahun. Korban mengalami luka bakar permanen.

Anak itu diikat dan dibakar sebagai bagian dari ritual menghilangkan pengaruh setan yang membuat anak itu
nakal.

Voodoo adalah kepercayaan spiritis-animis, yang artinya percaya kepada roh-roh yang dianggap leluhur atau
penguasa alam semesta. Voodoo muncul di abad pertengahan yang berasal dari Afrika Barat.

Insiden yang menjadi bagian dari ritual voodoo ini terjadi di negara bagian Massachusetts, Amerika Serikat. Pihak
kepolisian mengatakan, Peggy LaBossiere, 51, dan Rachel Hilaire, 40, diduga menahan gadis itu sebagai bagian
dari ritual yang dirancang untuk menyingkirkan iblis yang mereka percaya menyebabkan dia berbuat salah.

Para wanita juga mengancam akan memotong kepala saudara laki-laki anak perempuan itu yang berusia 8 tahun.
Anak laki-laki yang tidak disebutkan namanya itu diancam dengan sebuah golok.

Anak laki-laki tersebut mengatakan bahwa saudara perempuannya diikat setidaknya dalam dua kesempatan dan
melukai lengannya dan di area kerah dengan benda seperti jarum untuk mengeluarkan darah. Gadis itu
mengatakan bahwa wanita tersebut juga menuangkan zat ke matanya yang menyengat.

Brockton Enterprise melaporkan, pasangan dari East Bridgewater, Massachusetts, menolak mengakui telah
melukai gadis itu dan mengancam anak itu. Mereka mengaku tidak bersalah atas kekacauan, penyerangan dan
tuduhan lainnya.

Polisi mengatakan ibu gadis itu adalah seorang penata rambut keturunan Haiti. LaBossiere adalah salah satu
pelanggannya. LaBossiere menurut polisi menyebut sang ibu sendiri yang meminta ritual tersebut. Dia belum
dituntut namun dilaporkan menerima perawatan kesehatan mental.

Mereka akan kembali ke Pengadilan Tinggi Brockton pada hari Rabu untuk sebuah dengar pendapat untuk
menentukan apakah mereka dapat dibebaskan dengan jaminan. Pelaku mengatakan kepada polisi bahwa anak-
anak terkadang terbakar saat roh meninggalkan tubuh mereka.

Gadis itu mengalami luka bakar tingkat tiga di wajahnya yang akan membuatnya cacat permanen, kata polisi. Dia
dirawat di rumah sakit dan ditangani oleh otoritas kesejahteraan negara, bersama dengan saudara laki-lakinya.
(The Independent/amr/fajar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.