Dipecat Perhimpunan Advokat, Fredrich Terancam Menganggur

Senin, 5 Februari 2018 - 05:05 WIB
Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi. (Foto: JPG)

FAJAR.CO.ID — Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) dengan tegas memecat mantan pengacara terpidana
kasus korupsi KTP elektronik (KTP-El) Setya Novanto, yakni Fredrich Yunadi.

Wakil Sekjen Peradi, Rivai Kusumanegara, mengatakan, Fredrich diberikan waktu untuk mengajukan banding jika
keberatan dengan keputusan Dewan Kehormatan Daerah (DKD) Peradi tersebut.

“Tepatnya diberhentikan secara tetap oleh DKD, tapi yang bersangkutan masih memiliki hak untuk mengajukan
banding dalam waktu 21 hari,” kata Rivai seperti yang dilansir rmol kepada wartawan, Sabtu (3/2).

Peradi, kata Rivai, memutuskan bahwa Fredrich terbukti melanggar Kode Etik Advokat Indonesia (KEAI). Namun,
kata dia, pelanggaran yang dilakukan Fredrich bukan terkait kasus dugaan perintangan penyidikan di KPK.

“Betul (pelanggaran etik), tapi tidak ada kaitannya dengan obstruction of justice,” ungkapnya.

Menurut Rivai, putusan pemecatan ini dibacakan dalam sidang pembacaan putusan DKD Peradi Jakarta pada
Jumat (2/2/2018), kemarin.

Fredrich dinyatakan bersalah karena menelantarkan klien setelah menerima honorarium sebesar Rp 450 juta.
Konsekuensinya, Fredrich terancam tak dapat melanjutkan profesinya sebagai pengacara.

“Jika diberhentikan secara tetap berarti tidak dapat menjalankan profesi sebagai pengacara lagi,” demikian Rivai.
(rm/ysp/pojoksatu/fajar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *