Empat Pekerja Rel KA Tewas, Gerindra Minta K3 Lakukan Audit

Senin, 5 Februari 2018 - 00:04 WIB
Launcer girder crane proyek double-double track KA di Jatinegara. (Foto: JPG)

FAJAR.CO.ID — Sebanyak empat pekerja proyek dilaporkan tewas tertimpa materi bangunan proyek
pembangunan Double-double Track, Jatinegara, Jakarta Timur roboh pada Minggu pagi (4/2/2018).

“Saat itu ada sekitar lima orang yang sedang bekerja. Mereka menaikan bantalan rel dengan menggunakan
crane,” terang Kapolsek Jatinegara, Kompol Supadi, saat dikonfirmasi.

Kejadian tersebut terjadi pada 05.00 WIB. Kecelakaan itu tepatnya terjadi di pinggir rel kereta api Jalan Permata
RT 14 RW 7 Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Saat itu, bantalan rel sudah naik. Namun, dudukan rel berada pada posisi yang salah sehingga goyang dan
kemudian jatuh ke bawah.

“Para pekerja yang ada di bawah tertimpa bantalan rel yang jatuh. Saat itu dua langsung tewas di lokasi.
Kemudian dua lainnya dibawa ke rumah sakit dan meninggal di rumah sakit,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi V DPR Nizar Zahro memandang perlu ada audit khusus terkait peristiwa maut tersebut.

“Perlu dilakukan audit khusus untuk mengetahui penyebab pastinya,” kata Nizar menjawab JPNN.com, Minggu (4/2/2018).

Dia mengatakan, Komite Keselamatan Konstruksi (K3) yang dibentuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) harus melakukan audit tersebut.

Nizar menjelaskan, komite ini bertugas memastikan aspek keamanan dalam setiap pekerjaan konstruksi terpenuhi untuk mencegah kecelakaan di kemudian hari.

“Karenanya, salah satu tugas Komite Keselamatan Konstruksi adalah melakukan investigasi atas kecelakaan konstruksi,” ungkap ketua DPP Partai Gerindra.

Menurut dia, dalam menjalankan tugasnya, komite tersebut akan bekerja sama dengan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

“Sebab, aturan hukum di Indonesia mengatur sanksi atas kelalaian konstruksi yang mengakibatkan kecelakaan,” katanya.

Adapun empat korban meninggal adalah Jaenudin (44) akibat luka di kepala dan Dami Prasetyo (25) badan hancur. Sementara korban meninggal Jana Sutisna (44) akibat luka di kepala, dan Joni (34) akibat luka di kepala, tangan kiri serta kanan patah. (fajar/jpnn)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *