Kecelakaan Tragis, 11 Jama’ah Tabliq Akbar Tewas di Tempat

0 Komentar

  Sebanyak 11 jamaah asal Kalimantan Barat meninggal ketika sedang perjalanan menghadiri tablig akbar di Pelaihari, Kalimantan Selatan. Insiden tersebut terjadi di

Kecelakaan terjadi antara dum truk DA 1983 TN dengan mobil pikap KB 8629. Insiden ini sontak menghentikan perjalanan ibadah puluhan jamaah yang terbagi dalam empat mobil tersebut. Jenazah enam jemaah dibawa kembali ke Pontianak; Marwan, Al Huda, Agus Mega, Jono, Ridwan dan Masudi. Sementara korban yang dimakamkan di Desa Pundu; Hamzah, Aulia, Mukminin, Agusni, dan Noval.

Korban di mobil ketiga dari rombongan itu, meninggal dalam kondisi mengenaskan dan hangus, setelah truk dan pikap berpenumpang 14 orang itu tabrakan dan meledak. Di lokasi kejadian, Kapolres Kotim AKBP Muchtar Supiandi menduga penyebab terjadinya kecelakaan, bermula ketika mobil pikap berada di jalur menurun agak menikung.

Tiba-tiba Masudi sang sopir pikap hilang kendali dan mobil oleng ke jalur kanan. Nahas, dari arah berlawanan datang mobil dum truk muat semen dikemudikan Ahmad Rianur. “Kami juga diminta koordinasi dengan pemerintah daerah untuk pemakaman ini,” kata Kapolres sikutip dari Prokal.co (Jawa Pos Group), Selasa (6/2).

H Yakin, salah satu rombongan, menceritakan perjalanannya sebelum terjadi kecelakaan rekan-rekannya tersebut. Setelah berangkat dari Pontianak Jumat (2/2) lalu, mereka sempat istirahat di berbagai tempat termasuk di sebuah musala di Desa Pundu. Setelah salat subuh, mereka melanjutkan perjalanan ke Kalsel.

“Rombongan kami lebih dulu berangkat. Lalu tiba-tiba mendapat telepon, ada musibah dan kami balik lagi,” katanya terbata-bata, sambil melihat kondisi mobil rekan mereka yang sudah hancur dan hangus akibat kecelakaan tersebut.

Dari 14 penumpang pikap, tiga korban selamat dilarikan ke RSUD Mas Amsyar Kasongan, namun sorenya dilarikan ke RSUD Doris Sylvanus. Salah satu korban bernama Dedi Mulyadi (46) yang sudah terlihat mulai sadar, belum bisa menjelaskan lebih jauh peristiwa yang menewaskan 11 orang rekannya itu.

Dia masih terlihat lemah dan terbaring di tempat perawatan rumah sakit Kasongan. “Itu teman kami yang dua ini namanya Hanafi dan Lukman,” ujarnya hanya bisa menyebutkan nama rekannya yang hingga siang kemarin masih dalam kondisi kritis.

Kronologi

Puluhan rombongan jemaah berangkat dari Pontianak, Kalimantan Barat, mengendarai empat mobil dengan tujuan Pelaihari, Kalsel, Jumat (2/2). Rombongan menginap di salah satu musala di Kota Sampit, kemudian melanjutkan perjalanan Sabtu (3/2) setelah salat subuh.

Mobil pikap hitam KB 8629 mengangkut 14 orang dan menjadi mobil ketiga yang berangkat dari Sampit ke Pelaihari, Kalsel. Di tengah perjalanan, sampai di lokasi kejadian, jalan menurun dan menikung, tiba-tiba mobil pikap kehilangan kendali dan oleng ke jalur kanan.

Nahas, saat bersamaan datang dum truk kuning DA 1983 TN muatan semen dikemudikan Ahmad Rianur muncul dari arah Palangka Raya
Tabrakan menyeret pikap belasan meter hingga masuk ke parit sebelah kanan dari arah Sampit.

Benturan juga menimbulkan ledakan hingga membakar pikap dan para penumpangnya, baik yang duduk di bak belakang maupun di depan. Sebanyak 11 orang meninggal di lokasi kejadian dan tidak ada yang terlempar ke luar pikap.

(fab/jpg/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...