Kejari Parepare Terima Pelimpahan Kasus Narkoba 2 Kg

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, PAREPARE -- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parepare, Reskiana Ramayanti menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada pelaku peredaran narkoba. Hal itu diungkapkannya usai menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti dua kilogram narkoba jenis sabu dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel. Pasalnya, pelaku narkoba kata dia, dapat merusak kehidupan generasi muda, sebagai penerima tongkat estafet pembangunan bangsa. Hal ini diungkap Reski saat bercengkrama dengan sejumlah awak media usai menerima berkas pelimpahan kasus sabu 2 kg dari B Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat, Senin, (5/2). Menurut Reski, krisis narkoba yang menjadikan Parepare sebagai pintu masuk harus menjadi perhatian utama bagi stakeholder untuk menghancurkan narkoba sedalam-dalamnya. “Tidak ada ampun bagi pelaku narkoba, karena itu merusak generasi kita. Narkoba harus dihancurkan, termasuk dengan memberikan hukuman seumur hidup atau hukuman mati kepada pelaku,” tegas Reski, sapaan mantan Kajari Sidrap ini. Untuk hukuman mati kata dia, ditangani Kejaksaan Agung. Kendati demikian, bukan tak mungkin pihak Kejari bisa memberi efek jera dengan hukuman berat kepada pelaku, seperti hukuman seumur hidup. Terkait kasus 2kg narkoba jenis sabu yang dilimpahkan tersebut, merupakan kasus yang berhasil digagalkan BNN di Pelabuhan Nusantara Kota Parepare. Sabu itu ditemukan di dalam kardus ikan berwarna putih di atas KM Lambellu. Kardus tersebut hendak dibawa Alim, salah seorang kurir yang diupah untuk mengantar sabu itu ke Kabupaten Pinrang.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan