Menteri Amran Hadiri Panen Raya di Garut

Selasa, 6 Februari 2018 - 11:09 WIB

FAJAR.CO.ID, GARUT – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman hari ini, Senin (6/2) hadiri panen raya padi di Desa Mancagahar, Kecamatan Pamengpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar).

Sebelum melakukan panen di Garut, Mentan juga sempat menghadiri panen di tempat lain, hingga keseluruhan panen untuk wilayah Jabar mencapai 230.000 hektar. Artinya, produksi total 1,6 juta ton gabah dan 800 ribu ton per bulan Februari secara keseluruhan.

“Alhamdulillah kita panen di Jawa Barat, rencana total panen di Jabar 230.000 hektar di bulan Februari. Kita melihat produksi total 1,6 juta gabah. Kalau beras berarti 800 ribu ton hanya dalam bulan februari,” kata Menteri Amran disela-sela panen raya yang didampingi oleh Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar.

Menteri Amran juga mengakui terjadi penurunan harga gabah per hari ini sebesar Rp 700 per kilogram, dan itu berlaku di Jabar, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Lanjut Menteri asal Sulawesi Selatan ini, penurunan harga secara drastis itu terjadi di Suka Bumi yang menyentuh Rp 3.800 perkilogram.

“Kemudian juga harga turun, disini tadi kami diskusi dengan petani turun Rp700 rupiah per kilogram. Kemudian di Sumsel, Jawa Timur juga drmikian, Jawa Tengah turun seprti itu. Bahkan sudah ada Rp4.000 an di Suka Bumi. Bahkan kami sudah terima laporan Rp3.800 per kilogram,” ucapnya.

Kata Menteri Amran, setelah pihaknya mengetahui hal itu, langsung menggelar rapat membntuk tim penyerapan gabah, agar petani tidak merugi. “Kami terima laporan kemarin pagi. Siang kami langsung rapat membentuk tim penyerapan gabah di wilayah Indonesia agar petani tidak rugi,” akuinya.

Selain itu, Dosen Universitas Hasanuddin Makassar ini juga menuturkan, Kementerian Pertanian sudah melakukan MoU dengan pihak Bulog, BRI, PPL dan Babinsa untuk menyerap hasil beras dan gabah dari petani.

“Kami langsung sinergi, kami langsung tanda tangan MoU kemarin bersama Bulog, Dirut BRI, PPL, Babinsa dan semua pihak kita bersinergi menyerap beras petani. Kita tidak boleh biarkan petani merugi karena mereka ujung tombak produksi,” jelasnya.

Menteri Amran juga menyarankan agar selurub pihak terkait fokus menyerap gabah dari petani, dengan harga kisaran Rp 4.200 per kilogram.

“Sekarang fokus serap gabah, kami langaung ke gabah. Kan ada harga fleksibiltas gabah sekarang Rp4.200 kita beli. Tapi kalau ada beli diatasnya silahkan,” tutupnya. (Aiy/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *