SBY: Saya Akan Jihad untuk Keadilan!

Selasa, 6 Februari 2018 - 20:03 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya resmi melaporkan pengacara Setya Novanto terkait proyek e-KTP.

Firman Wijaya dilaporkan dengan tuduhan pencemaran nama baik ke Bareskrim Polri Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2018) sore.

Kepada awak media, Ketua Umum Partai Demokrat itu mengaku mengetahui orang-orang yang menjadi dalang atas penyeretan dirinya dalam pusaran e-KTP.

Akan tetapi, ia enggan menyebut identitas orang-orang yang ia maksud.

Orang-orang itu, sambungnya, adalah orang yang merekayasa sidang kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto pada 25 Januari 2018 lalu di Pengadilan Tipikor Jakarta.

“Saat ini saya tidak mau main tuduh kepada siapapun,” katanya saat memberikan keterangan pers di Kantor DPP Demokrat, Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Politisi kelahiran Pacitan, Jawa Timur itu menegaskan, mendapat informasi akurat.

“Saya tahu, saya mendapat informasi dari sumber yang layak dipercaya,” tegasnya.

Dalam informasi yang ia terima itu, ada sejumlah pihak yang menggelar pertemuan jelang persidangan.

Pertemuan ini kemudian menjadi cikal bakal tanya-jawab antara pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya, dengan mantan politisi Demokrat, Mirwan Amir yang menjadi saksi.

“Ada sebuah pertemuan (jelang persidangan) yang dihadiri sejumlah orang,”

“Kemudian patut diduga itu jadi cikal bakal munculnya sesuatu yang mengagetkan di ruang persidangan saat itu,” jelasnya.

Meski demikian, SBY lebih memilih menutup rapat informasi yang ia beberkan itu.

Alasannya, saat ini adalah bukan waktu yang tepat untuk diungkap ke publik.

“Informasi yang saya miliki ini belum waktunya saya buka ke masyarakat luas. Bisa geger nanti,” katanya.

Sebelumnya, SBY juga menyebut kasus yang dihadapinya itu sebagai sebuah konspirasi besar.

Hal itu disebutnya sebagai bentuk fitnah dan pendzoliman terhadap dirinya. “Ini sebuah konspirasi besar,” ucapnya.

Karena itu, SBY pun bertekad akan berjuang mati-matian untuk mendapatkan keadilan.

“Saya akan melakukan jihad untuk sebuah keadilan,” tekadnya.

Sebagai sebuah konspirasi besar, SBY mengaku tahu persis siapa orang-orang yang ada di belakang hal itu.

Mereka adalah orang-orang yang memiliki kepentingan politik dalam Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 mendatang.

Sayangnya, ia enggan menyebut nama orang-orang dimaksud. “Saya tahu orang-orang di belakang ini semua,” tegasnya. (Fajar/pojoksatu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *