43 Anggota DPRD Malang Digarap KPK

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MALANG – Pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap saksi-saksi terkait kasus indikasi suap pembahasan APBD-P Kota Malang TA 2015 dengan tersangka mantan Ketua DPRD Kota Malang Moch Arief Wicaksono (MAW) terus berlanjut, Rabu (7/2).

Setelah sebelumnya memeriksa 24 anggota DPRD Kota Malang, kini giliran 19 anggota DPRD Kota Malang yang diperiksa.

Pemeriksaan dilakukan dalam dua tahap, yakni pada pukul 10.00 dan 13.00 di ruang Rupatama Polres Kota Batu, Rabu (7/2). Sedangkan 24 anggota sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan pada tanggal 5-6 Februari lalu.

Beberapa anggota DPRD yang diperiksa tersebut, sebelumnya juga pernah memenuhi panggilan pemeriksaan oleh penyidik KPK pada bulan Agustus dan Oktober 2017 lalu. 24 orang yang diperiksa pada hari ketiga ini yakni Zainuddin, Wiwik Hendri, Tri Yudiani, Imam Fauzi, Choirul Anwar, Sulik Lestyowati, Heri Pudji Utami, Syamsul Fajri, Saiful Rusdi, Bambang Sumarto, Harun Prasojo, En Ambarsari, Teguh Puji Wahyono, Suparno, Bambang Triyoso, Diana Yanti, Abdurrohman, Sugiarto, dan Heri Subiantoro.

Total ada 43 anggota DPRD Kota Malang yang diperiksa sebagai saksi dari kasus MAW. Seperti pada pemberitaan sebelumnya, MAW menerima uang sebesar Rp 700 juta untuk pembahasan APBD Perubahan Kota Malang tersebut. Suap diduga diberikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang Jarot Edy Sulistyono.

Anggota Komisi A DPRD Kota Malang Syamsul Fajrih mengatakan, ada beberapa hal yang ditanyakan oleh penyidik pada saat pemeriksaan. “Pertama, KPK kan kooperatif, baik santun. Kedua mengenai masalah paripurna, rapat paripurna, ada Wali Kota Moch Anton dan saya bilang ada Wakil (Wali Kota) Sutiaji, Forpimda, dan anggota DPR,” ujarnya saat keluar dari ruang pemeriksaan, Rabu (7/2).

Syamsul menambahkan, tidak ada perubahan pertanyaan yang diajukan penyidik kepadanya. “Pertanyaannya tetep, tetep yang dulu tidak ada perubahan,” jelasnya.

Ketika ditanya apakah pertanyaan yang diajukan terkait pengembangan terkait rapat paripurna, Syamsul mengaku tidak ada pertanyaan tersebut.

“Masalah kehadiran wali kota, Forpimda, anggota DPR. Soal kabar anggota dewan terima sejumlah uang sebelum paripurna, itu tidak ditanyakan. Sebatas paripurna,” ujar laki-laki yang sudah dua kali dipanggil sebagai saksi itu.

Sementara itu, Wakil Ketua I, Zainuddin mengatakan, pada saat pemeriksaan dirinya hanya ditanya terkait Berita Acara Pemeriksaan (BAP). “Ditanya BAP ini sudah bener ta, bener,” ujarnya singkat.

Selain itu, dirinya juga ditanya terkait pertemuan, dimana dirinya tidak terlibat dalam pertemuan itu. “Ditanya menjelaskan pertemuan, apa ya, saya sendiri tidak ikut. Jadi gini, prinsipnya, kami disuruh membaca ulang BAP,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Prihasa Nugraha menjelaskan, seluruh saksi tersebut sebagai pendalaman penyidikan. “Untuk pendalaman penyidikan dan melengkapi berkas peristiwa atau hal-hal lain yang berhubungan dengan dugaan perbuatan pidana MAW,” ujarnya ketika dikonfirmasi. (Fajar/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...