Delapan Hari Di Sulsel, Penculikan WNA Dapat Bantuan Masyarakat

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR— Gabriel (42) tersangka kasus penculikan anaknya sendiri bersama pasangan barunya Candela Soledad (33), menuai cerita yang menarik. Pasalnya, selama 8 hari berada di Sulsel mereka bisa bertahan atas bantuan dari masyarakat.”Perjalanannya paling lama keberapa negara seperti Malaysia, Bolivia. Baru setelah masuk ke Indonesia dan tiba di Sulsel selama kurang lebih delapan hari berada di wilayah Sulsel baru terdeteksi. Ini merupakan suatu nilai tambah, dan semua media nasional di Argentina termasuk masyarakatnya mengucapkan terima kasih,” ujar Sekretaris Nasional Central Biro Interpol Indonesia, Brigjen Pol Napoleon Bonaparte saat bercerita ke awak media, Rabu (7/2/18).Diakuinya, mereka harus menempuh perjalanan sejauh 500 KM untuk sampai ke Toraja. Dan selama perjalanan tersebut mereka diberikan makan dan tempat tinggal hingga sampai ke tempat tujuannya.”Yang mengagunkan yang dia cerita waktu dari Makassar ke Toraja, mereka berjalan kaki sejauh 500 km, minta bantuan penduduk, minta makan, dan tempat tinggal. Terima kasih buat warga Sulsel yang telah membantu, itu dia sampaikan kemarin kepada kita dan ini suatu hal bagus,” beber Napoleon.Meski demikian, dua warga negara Argentina ini harus berurusan dengan hukum  diantara dua negara. Dimana, penegak hukum Argentina memberikan ganjaran sebagai tindak pidana penculikan anak.”Semetara Jorge dan pasangannya masih dalam penanganan Polda Sulsel bekerjasama dengan kantor imigrasi. Karena kami melihat ada pelanggaran undang-undang keimigrasian,” terang Napoleon.

  • Bagikan